Salah satu bentuk komitmen Paragon di dalam memajukan pendidikan di Indonesia adalah dengan menginisiasi program yang ditujukan untuk profesi dosen melalui Inspiring Lecturer Paragon (ILP). Maxima bersama Paragon memahami bahwa masih banyak dosen yang menerapkan model pembelajaran bersifat satu arah, secara sepihak menentukan materi dan topik pembelajaran di kelas. Padahal metode tersebut mengurangi tingkat partisipatif dan kemandirian mahasiswa. Harsono (2008) mengkaji bahwa pembelajaran student center learning (SCL) perlu diterapkan karena pertimbangan berikut ini:

  1. Mahasiswa di perguruan tinggi adalah orang dewasa yang harus didorong dan dimotivasi sebagai pembelajar dewasa.
  2. Mahasiswa di perguruan tinggi adalah orang dewasa yang harus didorong dan dimotivasi sebagai pembelajar dewasa.
  3. Mahasiswa itu beragam; mereka membawa banyak perspektif ke dalam kelas (latar belakang yang beragam, gaya belajar, pengalaman, dan aspirasi).

Dosen tidak dapat mengasumsikan pendekatan “satu ukuran untuk semua” pada mahasiswa. Inspiring Lecturer Paragon memfasilitasi para dosen untuk menuntaskan permasalahan yang terjadi dengan metode group discussion. Para peserta telah dibekali materi tentang student center learning pada tanggal 10 Juli 2021. Sebanyak 178 peserta melakukan diskusi eksklusif bersama narasumber Adi Respati, M.Si pada tanggal 27 Agustus 2021. Dengan metode ini, diharapkan para peserta dapat menciptakan ruang belajar mandiri yang efektif.

Kegiatan capacity building ini semakin menarik ketika salah satu peserta ILP, Mardiah Hayati selaku dosen Universitas Trunojoyo Madura menjadi moderator selama kegiatan berlangsung. Euforia ini diterima baik oleh seluruh peserta hingga adanya usulan pembelajaran lanjutan pada tanggal 28 Agustus 2021 dengan durasi 170 menit. Perbedaannya terletak pada topik yang diusung. Dosen telah berhasil memahami mahasiswa secara utuh melalui SCL yang menyebabkan munculnya tanggung jawab besar untuk menggali potensi diri lebih baik. Dua tema kompetensi yang dibawakan adalah upgrading penelitian (soshum/saintek) dan penulisan ilmiah standar internasional (soshum/saintek).

Peserta yang aktif dan dinilai berkompeten berpeluang untuk menjadi moderator. Kelas Saintek dipimpin oleh Omar Kusuma Hadi dan Hendarsyah Aditya Saptari, sedangkan kelas Soshum dimoderatori oleh Linda Kartika. Dengan memaksimalkan diskusi terbuka, para dosen mendapatkan kesempatan untuk mencurahkan kendala dan pengalaman yang dialami. Dosen dari berbagai penjuru Indonesia dapat mengikuti kegiatan ini dimanapun karena kegiatan dilaksanakan via daring menggunakan Zoom dan EPIC.

Melalui rangkaian kegiatan ini diharapkan para dosen dapat menyeimbangkan keterampilan teknologi, pedagogi dan psikologi. Sebagai fasilitator, dosen juga tidak boleh melupakan tanggung jawabnya pada tri dharma. Salah satu bentuk afirmasinya berupa penelitian yang dapat dipublikasikan di kancah internasional. Dengan berpartisipasi aktif pada kegiatan ini, dosen-dosen Indonesia diyakini akan membawa dampak bagi perguruan tinggi masing-masing.

Share This

Share this post with your friends!