“Anak SMK jangan takut ciptakan karya”, begitulah pernyataan dari narasumber Arfian Kuardi pada sesi entrepreneur. Melalui perubahan era yang dirasa semakin disruptive, siswa SMK tidak lagi berorientasi pada dunia kerja, melainkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Karya pertama adalah bentuk konsep produk yang mungkin belum bisa diperjualbelikan, dan sejauh ini SMK selalu menggunakan metode perpetual learning untuk menghasilkan produk unggul. Project canvas bisa menjadi solusi jitu agar produk yang dihasilkan memiliki perencanaan yang matang dan sustainable.

Dalam rangka mencapai kemenangan Indonesia emas tahun 2045, Indonesia perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang berkompeten. Sejak dini para calon penerus bangsa dituntut untuk berpikir kreatif, kritis, mandiri, bergotong royong, berakhlak mulia, beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan yang berkompeten. Praktik peningkatan kompetensi dan skill pada kenyataannya dapat berdampak negatif tanpa adanya bekal karakter yang kuat. Memahami kebutuhan inilah, Maxima bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memanifestasikan pengembangan bakat minat peserta didik SMK tahun 2021 dan para guru SMK.

Program minat bakat ini disebut dengan SMK Leadership Camp 2021. Para peserta didik SMK dari 34 Provinsi di Indonesia mendapatkan pelatihan capacity building yang didampingi oleh guru. Sebanyak 255 peserta didik berasal dari latar belakang ketua OSIS atau ekstrakurikuler atau peserta didik berprestasi. Lain hal dengan pihak guru yang dapat diwakili oleh wakil kepala sekolah, pembina ekstrakurikuler, dan guru BK. Mulanya peserta yang terlibat telah melewati beberapa tahapan seleksi. Dimulai dari pendaftaran yang diadakan tanggal 25 hingga 16 Juli 202, kemudian seleksi pada 17-24 Juli 2021. Peserta yang lolos diumumkan pada 25 Juli 2021 akan dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan pra pelatihan penugasan. Puncak acara berlangsung pada tanggal 24-27 Agustus 2021, dimana peserta dibekali pelatihan dan pendampingan bersama fasilitator. 

Selama empat hari peserta SMK menerima tiga sesi utama, yakni sesi kenali diri; sesi bekali diri; dan sesi aksi diri. Harapannya, setelah peserta mengenali dirinya sendiri, mereka dapat menerima wawasan kebangsaan yang dilanjutkan dengan pembagian kelompok untuk mengkristalkan ‘self purpose and individual development plan’. Pada sesi pembekalan diri, para siswa diharapkan memiliki jiwa entrepreneurship dengan kompetensi literasi digital yang baik. Sejalan dengan program Kemendikbud SMK Bisa SMK Hebat, peserta diberikan materi public speaking yang dilanjutkan dengan mengeksekusi project student plan. Aksi siswa diapresiasi penuh karena telah menerima dan mengimplementasikan materi ‘apresiasi seni dan budaya Indonesia’ dengan baik. Kendala kepemimpinan dalam OSIS ditinjau dalam sesi forum OSIS bersama fasilitator.

Pelatihan via daring menggunakan Zoom ini berlangsung mulai dari pukul 07.00 – 15.00 WIB. Pusat koordinasi, komunikasi, pembagian materi dilakukan melalui Whatsapp. Pelajar Pancasila mengisi pre-test dan post-test sebelum dan sesudah materi dipaparkan. Menariknya, jiwa leadership para peserta nampak saat sesi tanya-jawab berlangsung. Terdapat lebih dari tiga puluh siswa secara bersamaan antusias untuk bertanya dengan narasumber. Selepas dari pelatihan ini, para guru diharapkan memahami output yang dibawa oleh siswanya. Oleh karena itu, guru-guru dibekali dengan materi yang serupa dengan tingkat kompetensi dan kebutuhan yang sesuai dengan bidangnya.

Manfaat kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk capacity building. Siswa dan guru SMK akan dimonitori dan mendapatkan evaluasi proyek canvas AKSI beserta hasil keseluruhan materi pelatihan. Maxima dan Kemendikbud percaya bahwa peserta didik dapat memberikan dampak yang lebih besar selepas pelatihan ini melalui rencana proyek perubahan sebagai bagian dari pengembangan bakat minat. Jiwa entrepreneurship yang tumbuh diharapkan dapat direalisasikan melalui satu produk go internasional. Para guru SMK di Indonesia juga diharapkan mampu menjadi fasilitator yang baik di sekolahnya untuk membantu siswa dalam menemukan dan mengembangkan bakat minat peserta didik.

Share This

Share this post with your friends!