Oleh: Risqi Arismarisa 

Mahasiswi Institut Pertanian Bogor 2013

Kemajuan dan perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini memungkinkan terjadi otomatisasi hampir di semua bidang dan aspek kehidupan. Kepemilikan perangkat pintar saat ini merupakan dampak perkembangan teknologi yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Smart-tech dan manusia sebagai user merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Sebagai contoh, saat ini smartphone sudah menjadi kebutuhan primer yang wajib dimiliki setiap orang. Sehari saja tidak membawa smartphone atau membuka media sosial pasti akan tertinggal informasi, hal tersebut  dikarenakan arus informasi sangat dinamis. Kita bisa saling terhubung dengan kecanggihan teknologi, dan juga bisa terpisah karena over-use teknologi yang kemudian membatasi interaksi sosial.

Teknologi dan pendekatan baru yang menggabungkan dunia fisik, digital, dan biologi dengan cara yang fundamental secara langsung maupun tidak langsung akan mengubah perilaku dan kebiasaan manusia. Transformasi tersebut dapat berdampak positif maupun negatif, tergantung bagaimana manusia mengelola berbagai peluang dan resiko yang akan terjadi. Respon dari dampak perubahan tersebut harus terintegrasi dan komprehensif, karena persaingan pada abad 21 ini bukan hanya terjadi antar-manusia tetapi juga antara manusia dan teknologi. Hasil penelitian McKinsey Global Institute menunjukkan sekitar 30 persen tugas dari dua pertiga jenis pekerjaan akan dapat digantikan oleh teknologi seperti robot atau kecerdasan buatan (artificial intelligent). McKinsey memprediksi otomatisasi tersebut akan mengakibatkan hilangnya 3-14 persen profesi pada tahun 2030. Sekitar 75 hingga 375 juta tenaga kerja di dunia harus berganti bidang mata pencaharian.

Oleh karena itu, untuk menghadapi persaingan global era Revolusi Industri 4.0 (2018-2022), berikut merupakan skill yang dibutuhkan dan harus dimiliki menurut Future Job Report, World Economic Forum (WEC).

  1. Complex problem solving

Kemampuan penyelesaian masalah melalui identifikasi permasalahan, kemudian mengulas informasi terkait untuk menentukan elemen utama masalah, melihat berbagai kemungkinan solusi dan mengimplementasikan tindakan terhadap penyelesaian masalah.

  1. Critical thinking and analysis

Kemampuan berfikir logis, kognitif dan strategis sehingga mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari solusi alternatif, keputusan atau pendekatan terhadap permasalahan. Selain itu berfikir kritis mampu untuk menilai berbagai tindakan dengan tujuan yang jelas dan berorientasi pada sasaran untuk menghasilkan perubahan atau tindakan korektif.

  1. Creativity, originality and initiative

Kemampuan untuk menghasilkan ide cerdas, kreatif dan unik untuk  terus berinovasi sehingga mampu menyelesaikan masalah serta memberi kebermanfaatan bagi masyarakat. Dibutuhkan kemauan untuk mengambil tanggung jawab dan tantangan.

  1. Attention to detail, trustworthiness

Kemampuan teliti, dapat diandalkan dan bertanggungjawab dalam menyelesaikan pekerjaan dan kewajiban. Selain itu, hal lain yang dibutuhkan adalah kejujuran dan etika dalam bekerja.

  1. Emotional inteligence

Kemampuan untuk mengelola dan mengontrol emosi diri sendiri. Selain itu, mampu untuk bersikap kooperatif dan peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain dalam lingkungan pekerjaannya.

  1. People management

Kemampuan untuk memimpin, memotivasi, mengembangkan, mengatur, mengarahkan dan memanfaatkan sumberdaya dalam suatu pekerjaan secara efektif. Selain itu, mampu mengidentifikasi sumberdaya terbaik untuk pekerjaan tertentu.

  1. Persuation and Negotiation

Kemampuan berbicara, bernegosiasi, dan meyakinkan orang dalam mengadakan kesepakatan yang selanjutnya akan menghasilkan keputusan sesuai harapan. Hal ini dapat dikuasai dengan banyak latihan dan pembiasaan diri.

  1. Coordination and time management

Kemampuan untuk manajemen waktu dan bekerjasama dengan orang lain. Dibutuhkan kemauan untuk mengambil tanggungjawab dan tantangan.

  1. Leadership and social influence (Service orientation)

Kemampuan untuk memimpin, mengambil alih dan menawarkan pendapat dan arahan. Selain itu, diharapkan dapat melayani dan memberikan dampak kepada orang lain.

10 Cognitive flexibility. 

 Kemampuan untuk menyusun secara spontan suatu pengetahuan sebagai respon penyesuaian diri melalui sifat terbuka terhadap perubahan dan keragaman dalam tuntutan situasional.

Dari 10 skill yang telah dipaparkan, sebagian besar merupakan kemampuan “softskill”. Hal tersebut berarti softskill menjadi faktor paling penting yang harus dimiliki oleh para individu atau pekerja di Era Revolusi Industri 4.0.

Sekarang sudah bulan kedua di tahun 2019, bagaimana persiapanmu dalam menghadapi persaingan global Revolusi Industri 4.0?

 

Source :

(World Economic Forum 2018)

Insight Report – The Future Job Report 2018

(Raymond R Tjandrawinata 2016)

https://www.researchgate.net/publication/293695551_Industri_40_revolusi_industri_abad_ini_dan_pengaruhnya_pada_bidang_kesehatan_dan_bioteknologi

(Ayu Siantoro 2018)

https://katadata.co.id/analisisdata/2018/04/20/revolusi-industri-40-peluang-munculnya-profesi-profesi-baru

(Ganto  A 2019)

http://aceh.tribunnews.com/2018/11/27/peluang-dan-tantangan-era-revolusi-industri-40