Mengenal Industri Mikro dan Kecil (IMK) Sumatera Barat 

Berdasarkan hasil Survei IMK Tahunan 2018, jumlah usaha/perusahaan IMK di Sumatera Barat tercatat 108,59 ribu usaha/perusahaan. Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Agam merupakan wilayah dengan jumlah usaha IMK terbanyak. Kemudian jumlah IMK terbanyak dilanjutkan oleh Kabupaten Agam di posisi kedua dan Kota Padang yang memiliki jumlah penduduk paling padat tercatat memiliki IMK terbanyak ketiga. 

Dalam survei yang sama juga tercatat bahwa pada tahun 2018, Industri Makanan merupakan usaha yang yang paling banyak dijalankan di Sumatera Barat. Jumlah usaha di bidang tersebut mencapai 40,54 ribu usaha/perusahaan. Kemudian dilanjutkan oleh Industri Pakaian Jadi dan Industri Tekstil yang merupakan usaha IMK terbesar kedua dan ketiga yang masing-masing dijalankan oleh sekitar 17,50 ribu sampai 20,85 ribu usaha/perusahaan. Sementara itu, usaha IMK yang paling sedikit jumlahnya adalah Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik dan Industri Kertas, Barang dari Kertas yang keduanya berjumlah kurang dari 35 usaha/perusahaan. 

Wirausaha di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 mengakibatkan perubahan yang signifikan pada berbagai macam aspek kehidupan, tidak terkecuali aspek ekonomi. Perekonomian masyarakat yang kian surut merupakan dampak dari penurunan daya beli masyarakat dan menyebabkan lemahnya kegiatan usaha. Dilansir dari  Kompas.com, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa 39,4 persen usaha terhenti, dan 57,1 persen usaha mengalami penurunan produksi. Hanya 3,5 persen usaha yang tidak terdampak. 

Di Sumatera Barat sendiri, Industri Makanan yang semula mendominasi sektor IMK pada tahun 2018, tercatat menjadi industri yang mengalami kontraksi terdalam akibat berlangsungnya kondisi pandemi Covid-19. Dalam laporan BPS Sumbar pada triwulan-II tahun 2020, kontraksi terjadi pada seluruh lapangan usaha di mana tiga industri mengalami kontraksi terdalam, yaitu Penyediaan Makan dan Minum sebesar-33,24 persen, Transportasi dan Pergudangan -29,37 persen dan Jasa lainnya -18,46 persen. Sementara itu, dua lapangan usaha yang masih bertumbuh yaitu Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 4,98 persen dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,12 persen.

Seminar Nasional dan Kelas Tematik Kewirausahaan

Melihat fenomena kondisi pandemi yang menyebabkan matinya beberapa kegiatan usaha dan menurunnya motivasi dalam berwirausaha, Institut Nasional Sjafe’i bekerjasama dengan beberapa lembaga dan instansi menyelenggarakan Seminar Inovasi untuk Negeri Sejahtera. Seminar Inovasi untuk Negeri Sejahtera adalah kegiatan Seminar Nasional dan Kelas Tematik Kewirausahaan yang digagas oleh INS Kayutanam dalam rangka HUT INS Kayutanam ke-94 yang diselenggarakan secara daring. ­­Seminar Nasional ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Sumatera Barat, PT. Paragon Technology and Innovation (Wardah Cosmetics), PemimpinID, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Minang Diaspora Network, dan Maxima Indonesia.

Seminar Nasional Inovasi untuk Negeri Sejahtera bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kewirausahaan untuk masyarakat Sumatera Barat, serta memberikan contoh praktik baik kolaborasi kepemimpinan dan keterampilan berwirausaha pada peserta. Oleh karena itu, seminar ini menghadirkan para pembicara yang memiliki latar belakang sebagai politikus, akademisi, direktur perusahaan, pengusaha swalayan, hingga pengusaha fashion. Tidak hanya pembicaranya, peserta Seminar INS juga berasal dari berbagai macam latar belakang, mulai dari organisasi kepemudaan, wali nagari, alumni INS hingga masyarakat umum yang tertarik dengan kewirausahaan. 

Acara tersebut dilakukan dalam dua rangkaian besar, yakni Seminar Nasional yang diselenggarakan pada pagi hari, dilanjutkan dengan kelas tematik pada siang hari.  Setelah sesi Seminar Nasional, terdapat Kelas Tematik Kewirausahaan yang terbagi ke dalam 4 kelas, yaitu kelas Pemuda dan Pemimpin, Kelas Bisnis Pemula, Kelas Bisnis Menengah, Kelas Bisnis Advance. Kelas Tematik Kewirausahaan memfasilitasi peserta untuk dapat  berdiskusi bersama para profesional yang sudah lebih dahulu menekuni bisnis di bidang sesuai dengan tematik yang ada. 

Program ini berhasil meningkatkan ketertarikan dan motivasi banyak masyarakat khususnya pemuda dalam berwirausaha. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingginya peminat pada kelas tematik bisnis pemula yang dibandingkan dengan kelas tematik lainnya. Peserta dalam acara ini  amat mengharapkan adanya pelatihan lanjutan terkait kewirausahaan. Oleh karena itu, seminar INS kedepannya akan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan lanjutan yang ditujukan kepada masyarakat yang ingin mengembangkan keterampilan kewirausahaan mereka.

Share This

Share this post with your friends!