Select Page

Hari ini, tanggal 14 Agustus 2020 adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh para calon mahasiswa di Indonesia. Tanggal itu merupakan hari pengumuman Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPTN) untuk tahun 2020. Sebelumnya juga telah dillaksanakan dan diumumkan hasil Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada April lalu. Momen-momen pengumuman ini dianggap penting karena dengan masuknya calon mahasiswa ke perguruan tinggi favorit, mereka beranggapan akan menjamin kesuksesan mereka di masa depan. Namun, anggapan ini harus dipertanyakan ulang, apakah benar masuknya calon mahasiswa ke perguruan tinggi favorit dapat menjamin kesuksesan?

Banyaknya Alumni PTN yang Menganggur

Menurut data yang dilansir dari JobsDB dalam artikel di Tirto.id (2015) mengatakan bahwa 66 ribu lulusan sarjana tidak terserap oleh perusahaan dan kemungkinan akan menjadi pengangguran dari jumlah lulusan sarjana 250 ribu pertahunnya. Hal ini juga diperkuat oleh data dari BPS (2014) yang mengatakan bahwa pengangguran terdidik di Indonesia meningkat setiap tahunnya. BPS mengatakan setidaknya ada 688.660 orang yang menganggur dari alumni perguruan tinggi. Angka ini naik dari data 2013 yang hanya 619.288 orang.

PTN Kurang Penting?

Data pengangguran perguruan tinggi ini akan menjadi sebuah pertanyaan besar bagi angkatan kerja di Indonesia. Jika, ternyata PTN tidak menjamin karir, maka apa yang harus dikejar untuk mencapai kesuksesan?

Jika mendapatkan pekerjaan adalah satu-satunya cara untuk memprediksi kesuksesan seseorang, mungkin jawabannya akan berkata tidak. Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Sartono, dalam Tirto.id (2019), mengatakan bahwa struktur angkatan kerja saat ini memiliki struktur 65 persen dari lulusan SD/SMP, 25 persen lulusan SMA/SMK, dan 10 persen lulusan perguruan tinggi. Jika melihat dari angka ini, mungkin sertifikat kelulusan perguruan tinggi tidak begitu penting untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, dibalik angka ini tentu ada yang menjadikan kenapa pendidikan tinggi sangat dikejar oleh banyak orang.

Pada dasarnya, PTN pun sebenarnya penting untuk membangun mental angkatan kerja yang terdidik. Sean C Bird,  dekan di Washburn University, dalam wawancaranya dengan New York Times mengatakan bahwa mahasiswa memiliki cara berbicara, berpikir, dan menyelesaikan masalah yang berbeda dari masyarakat kebanyakan. Hal ini yang menjadikan lulusan perguruan tinggi mendapatkan posisi lebih tinggi di dunia perkantoran. Mereka biasanya langsung mendapat posisi yang menentukan proses decision making di perusahaan. Hal ini dilihat sebagai upaya mengubah nasib masyarakat yang tadinya hanya menjadi “suruhan” di dunia perkantoran.

Namun, di era dimana perguruan tinggi dapat diakses oleh banyak orang, skill ini jadi bukan satu-satu nya hal yang dibutuhkan perusahaan. Lulusan perguruan tinggi harus mempunyai nilai lebih dibanding para pelamar pekerjaan yang lain.

Nilai lebih ini dapat diperoleh dari pengalaman kegiatan yang di dapat lulusan perguruan tinggi selama ia kuliah. Perusahaan akan melihat mereka yang pernah melakukan problem solving dan management stress lulusan perguruan tinggi di kegiatan kepanitiaan, organisasi, ataupun magang mereka. Cara mereka bekerja sama dengant tim juga akan menjadi salah satu penentu masuknya mereka ke perusahaan.

Maxima Indonesia sebagai Lembaga Peningkatan Mutu

Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa pendidikan tinggi tetap dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk dapat meningkatkan peluang kesuksesan di masa depan. Maxima Indonesia dapat membantu perusahaan untuk dapat menyiapkan lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan nilai lebih di bursa pekerja. Maxima Indonesia sebagai mitra perusahaan maupun sektor publik akan membimbing para lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan skill baru yang dapat meningkatkan peluang kesuksesan mereka.

 

Source :

Abdi, Alfian Putra (2019). Kemenko PMK: Lulusan SMA & SMK Banyak, Daya Serap PT Sedikit. Tirto. https://tirto.id/kemenko-pmk-lulusan-sma-smk-banyak-daya-serap-pt-sedikit-dDBv [Diakses pada tanggal 14 Agustus 2020]

Saroh, Mutaya (2016). Pendidikan Tinggi Tak Bisa Menjamin Karier Anda. Tirto. https://tirto.id/pendidikan-tinggi-tak-bisa-menjamin-karier-anda-b1N6 [Diakses pada tanggal 14 Agustus 2020]

Share This

Share this post with your friends!