Pilar penting dalam suatu organisasi dapat dibagi menjadi 3 yaitu sumber daya manusia (SDM), penataan organisasi yang baik, dan proses bisnis. 3 Pilar tersebut berperan penting dalam sebuah organisasi agar organisasi dapat berjalan dengan baik. Salah satu pilar yang sangat diperlukan organisasi adalah SDM. Bukan hanya dari segi kuantitas, namun dari segi kualitasnya juga harus baik. Capacity building merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dari SDM. Salah satu peran capacity building dalam bidang pemerintahan yaitu sebagai sebagai akselerator untuk menciptakan good governance atau pemerintahan yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih berwibawa. Capacity building ini direkomendasikan dalam rangka pembenahan pemerintah daerah (lihat Grindle, 1997; Fiszbein 1997; Edralin, 1997; Mentz, 1997; dan Eade, 1998) dalam menuju Good Governance. Capacity building dapat mempercepat terwujudnya good governance sehingga bermuara kepada harmonisnya kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat dan untuk mencapai kesejahteraan, keamanan dan ketertiban rakyat. Terdapat beberapa elemen capacity building di pemerintahan antara lain: 

  • Pengembangan Visi dan Misi Institusi Pemerintahan

Institusi pemerintahan perlu merumuskan visi misi yang cukup jelas sehingga arah pengembangannya dapat tergambarkan dengan jelas. Salah satu pengembangan yang dapat dilakukan yaitu membuat rancangan strategis institusi pemerintahan.

  • Pengembangan Kelembagaan Pemerintahan

Pengembangan kelembagaan pemerintahan berangkat dari rencana strategis yang telah dirumuskan di elemen sebelumnya. Rencana Strategis tersebut sangat menentukan jenis dan jangkauan kebijakan tahunan yang perlu dikembangkan (dalam program, proyek dan kegiatan-kegiatan), tipe dan jumlah serta kualitas institusi-institusi pemerintahan yang diperlukan, jenis dan tingkat keterampilan manajerial skills yang diperlukan termasuk tipe kepemimpinan, dan sistem akuntabilitas publik serta budaya organisasi pemerintahan. Pengenmbangan yang dapat dilakukan yaitu pengembangan kebijakan, pengembangan organisasi, pengembangan manajemen, pengembangan sistem akuntabilitas publik, dan pengembangan budaya organisasi.

  • Pengembangan SDM Aparat Pemerintahan

Kelembagaan dalam rencana strategis juga seharusnya menentukan jenis, jumlah dan kualitas SDM yang dibutuhkan. Pengembangan yang dapat dilakukan antara lain keterampilan dan keahlian, wawasan dan pengetahuan, bakat dan potensi, kepribadian dan motivasi kerja, dan moral dan etos kerjanya.

  • Pengembangan Network Pemerintahan

Pengembangan kelembagaan dan SDM pasti memiliki berbagai keterbatasan sehingga diperlukan proses belajar mandiri serta berkolaborasi dengan pihak lain. Kolaborasi ini dapat dilakukan antar kabupaten atau kota baik dalam maupun luar negeri, lembaga-lembaga vertikal yang ada, serta pusat-pusat pengembangan seperti perguruan tinggi, LSM konsultan pengembangan capacity building yang sesuai dengan kebutuhan mereka sehingga dapat mempercepat proses belajar.

  • Pengembangan dan Pemanfaatan Lingkungan Pemerintahan

Pemerintahan juga membutuhkan suatu lingkungan yang kondusif sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbuat yang terbaik bagi institusinya. Upaya yang dapat dilakukan yaitu pemanfaatan lingkungan fisik dan non fisiknya secara optimal dan bertanggung jawab, pemanfaatan peraturan perundangan lebih tinggi, dan penciptaan dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Institusi pemerintahan harus memelihara, melanggengkan dan memanfaatkan lingkungannya agar masyarakat merasa aman sementara ia dapat bekerja memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya.

 

Sumber: 

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/berita/baca/172/Capacity-Building-Untuk-Meningkatkan-Kualitas-SDM.html

http://bahanajar.ut.ac.id/app/webroot/epub/original_files/extract/1175/EPUB/xhtml/raw/sa4eol.xhtml

Share This

Share this post with your friends!