Select Page

Oleh:

Vyan Tashwirul Afkar

 

Pemuda, terlebih lagi pemimpin, identik dengan idealisme dan transformasi. Bukan hanya menerima status quo yang tak ideal, namun selalu mendamba tercapainya kondisi terbaik dan optimal. Karena itulah pemuda gemar bergerak menciptakan perubahan dan perbaikan. Faktanya, hulu dari segala perubahan adalah tumbuhnya rasa peduli dan adanya kesadaran. Berdasarkan kemampuan dan kesadarannya dalam melakukan sesuatu, ada empat macam orang dalam hidup. Kamu termasuk yang mana?

Tidak Sadar – Tidak Kompeten

            Golongan pertama adalah mereka yang tidak sadar dan tidak kompeten. Orang-orang ini tidak memiliki kapasitas dalam menyelesaikan sesuatu. Hampir dalam segala usahanya, mereka menemui kegagalan dan ketidakoptimalan. Sayangnya, mereka tidak menyadari hal tersebut sebagai suatu gejala dan masalah. Sehingga, hal tersebut berlangsung berlarut-larut lamanya.

Orang yang tidak sadar dan tidak kompeten, pertama kali harus menerima masalah dan kekurangannya. Penerimaan tidak hanya sebatas mengakui bahwa hal tersebut salah atau tidak benar. Namun juga memiliki kesadaran seutuhnya bahwa ia belum memiliki kapabilitas terhadap sesuatu, sehingga memerlukan sejumlah usaha tertentu untuk mengubah kondisi demikian.

Sadar – Tidak Kompeten

Kondisi yang kedua adalah orang yang sadar namun tidak kompeten. Ia adalah lanjutan dari seseorang yang dulunya tidak sadar dan tidak kompeten, namun berhasil menumbuhkan kesadaran terhadap kekurangan dan kelebihan dirinya. Dalam istilah lain, ia telah berhasil berdamai dengan dirinya sendiri.

Kesadaran merupakan kunci dari segalanya. Tanpa kesadaran, segala sesuatu akan berlangsung mengalir bagai air. Hidupnya memang tetap berjalan, namun tanpa arah dan tujuan. Seandainya memiliki keinginan pun, ia tidak mampu memegang kemudi atas hidupnya sendiri. Kesadaran merupakan awal dari adanya penerimaan diri dan awal dari usaha untuk mengubah kondisi. Dengan kesadaran, seseorang mampu menganalisis seberapa besar jarak antara dirinya sekarang dengan kondisi yang diidam-idamkan. Adapun tanda paling konkret daripada seseorang yang memiliki kesadaran adalah adanya upaya untuk berubah. Ia tidak berhenti berlatih.

Sadar – Kompeten

            Apabila seseorang yang sadar namun tidak kompeten terus menerus berusaha melakukan perbaikan dan latihan, maka lambat laun ia akan bergeser menjadi golongan yang ketiga yaitu orang yang sadar dan kompeten. Inilah kondisi terbaik di antara tiga jenis manusia lainnya.

Orang yang sadar dan kompeten akan selalu berusaha memperbaiki dirinya dan memperluas ruang sensitivitasnya. Ia memiliki kerendahan hati untuk tetap belajar, walaupun sebenarnya ia telah menguasainya. Selalu ada hasrat untuk belajar, tahu lebih, dan lebih tahu. Bila ia terlena dengan capaian sementaranya itu, maka sangat mungkin sekali ia akan tergelincir menuju kondisi selanjutnya, tidak sadar dan kompeten.

Tidak Sadar – Kompeten

            Tidak sadar dan kompeten adalah akibat dari kondisi nyaman dan auto pilot yang seringkali melenakan. Sehingga, orang yang semula sadar dan kompeten menjadi abai dan tidak lagi memiliki kesadaran untuk terus belajar. Di sisi lain, dunia terus berdinamika dan berubah menjadi kian kompleks. Apa yang berharga di masa lalu belum tentu kondisinya serupa di masa depan. Siapa yang terbaik di masa lalu, bisa saja akan berubah di masa mendatang. Sehingga, kesadaran harus terus diperbarui. Niat harus terus diperbarui. Perenungan dalam menemukan makna harus terus dilakukan.

Tantangan di masa mendatang akan jauh lebih banyak daripada sekarang dan pesaing-pesaing baru akan datang silih berganti. Bukan tidak mungkin jika mereka bisa melampaui capaian-capaian yang pernah diraih sebelumnya. Akan tetapi, jika seseorang yang tidak sadar dan kompeten tidak juga berusaha mengevaluasi diri, maka siap-siap saja ia akan kembali ke kondisi awal dimana ia tidak sadar dan tidak kompeten. Karena kompetensinya sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan jaman.***