Select Page

Salah satu negara maju di asia adalah Jepang. Beragam teknologi canggih, seperti robot humanoid, berhasil diciptakan oleh negara dengan julukan matahari terbit ini. Jepang juga terkenal memiliki budaya disiplin yang sangat tinggi, termasuk dalam pekerjaan.

Fakta sejarah menyebutkan bahwa Jepang mulanya adalah negara yang suka bersantai dan tidak disiplin. Kondisi ini diperparah dengan kekalahan Jepang pada perang dunia kedua, negara ini mengalami keterpurukan selama bertahun-tahun, sehingga Jepang memilih untuk mengisolasi diri dan bertarung melawan jeratan hidup yang tak sejahtera.

Mengutip dari situs jic.co.id , berikut budaya kerja Jepang yang mencerminkan kualitas dan produktifitas kerja dan terbukti mampu mengubah kondisi Jepang hingga maju seperti saat ini.

  1. Prinsip Bushido

Bushido mempunyai arti “ksatria”, merupakan kode etik dari golongan samurai. Seorang samurai sangatlah loyal dan total terhadap tuannya. Bahkan ia rela untuk melakukan hara-kiri untuk mengembalikan kehormatan dirinya. Maka dari itu, masyarakat Jepang memiliki loyalitas dan pengabdian tinggi terhadap perusahaan. Mereka juga bekerja sangat total sehingga orang Jepang cenderung loyal dan jarang berpindah perusahaan.

  1. Prinsip Keishan

Keishan berarti kreatif, inovatif dan produktif. Terbukti kita akan menemukan hal-hal yang unik saat berkunjung ke Jepang. Konsep ini membuat orang Jepang selalu terbuka untuk berkarya, berinovasi dan mempelajari hal-hal baru saat bekerja.

  1. Prinsip Kaizen

Kaizen adalah ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Jangan jadi procrastinator atau orang yang suka menunda-nunda pekerjaan. Harus fokus juga agar pekerjaan selesai sesuai jadwal. Jika terlambat akan menjadi sebuah kerugian bagi diri sendiri, perusahaan, bahkan konsumen. Oleh karenanya, kita banyak melihat orang Jepang yang sangat tepat waktu datang ke tempat kerja.

  1. Malu Jika Pulang Lebih Cepat

Ukuran kecintaan orang Jepang pada pekerjaannya dibuktikan dengan jumlah waktu yang mereka habiskan di tempat kerja. Pekerja yang pulang lebih cepat dianggap pekerja yang tidak penting dan tidak produktif. Tanpa diawasi sekalipun mereka akan bekerja dengan baik, penuh dedikasi dan tidak ada korupsi.

  1. Senioritas yang Positif

Terdapat istilah senpai dan kouhai yang berarti senior dan junior. Jepang memang masih memegang teguh senioritas. Yang muda harus patuh kepada yang lebih tua jika diberi perintah. Senior harus mengajari juniornya, dan sebaliknya junior harus menghormati apa yang menjadi perintah senior.

  1. Pembagian Waktu yang Efisien

Pada saat jam kerja tidak ada pekerja yang mengobrol dan bercanda. Mereka bekerja sesuai pekerjaannya masing-masing. Ketika waktu makan siang tiba, mereka akan menghentikan pekerjaan dan pergi ke shokudo (kantin) untuk makan sembari mengobrol dan bercanda dengan teman-teman.

Perlunya Penerapan Budaya Kerja Disiplin di Berbagai Lini Perusahaan

Pastinya semua negara memiliki budaya kerja yang berbeda, termasuk Indonesia. Kurangnya kesadaran akan rasa disiplin masih terasa di Indonesia sehingga Indonesia belum mampu menjadi negara maju dan masih bertahan di status “berkembang.”

Melalui Maxima Indonesia sebagai mitra perusahaan, bersama kita wujudkan sikap disiplin yang mengakar untuk meningkatkan kualitas serta produktifitas para karyawan. Harapannya, service yang diberikan Maxima Indonesia dapat menjadi sarana untuk perusahaan atau instansi pemerintahan agar dapat semakin tersadar untuk bergerak menjadi role model yang patut dicontoh oleh masyarakat dan pada akhirnya, Indonesia dapat mengubah nasib menjadi lebih baik lagi.

 

Source :

https://jic.co.id/budaya-kerja [Diakses pada 28 Juli 2020]

Share This

Share this post with your friends!