Live In Sebagai Alternatif Wisata Murah

by Maulida Afiffah – Universitas Brawijaya

Live In merupakan sebutan bagi kegiatan experiental learning, yaitu pembelajaran lewat pengalaman tinggal di suatu daerah. Biasanya, live in dilakukan di daerah desa atau dusun yang jauh dari perkotaan. Lewat kegiatan live in, peserta diharapkan mampu untuk meningkatkan kepekaan sosial terutama pemahaman dan toleransi terhadap keberagaman status dan budaya dalam masyarakat maupun sesama peserta.

Sejatinya, live in tidak diperuntukkan sebagai sarana berwisata. Namun, semakin dini semakin banyak orang yang tertarik dengan kegiatan tersebut sehingga banyak daerah yang melihat hal ini sebagai kesempatan untuk mencari rejeki. Tipe wisata yang dikaitkan dengan live in ini konsepnya mirip dengan backpacking travel, di mana peserta tidak perlu uang yang banyak untuk dapat berwisata.

Wisata live in tidak memerlukan biaya yang banyak karena kebutuhan peserta biasanya sudah tersedia di daerah yang dituju dengan harga murah. Penginapan misalnya, disediakan dalam bentuk rumah-rumah warga yang menawarkan diri menjadi host family. Kebutuhan konsumsi makanan sehari-hari bisa lewat memasak sendiri atau bersama dengan host family masing-masing dan kegiatan rekreasi yang biasanya menjadi bagian penting dalam berwisata juga bisa dilakukan di wisata alam sekitar daerah live in bersama warga setempat.

Melalui wisata live in, kita tidak hanya sekadar berwisata, tapi juga mengembangkan kapasitas diri sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya lewat interaksi kita bersama masyarakat. Budaya gotong royong, kekeluargaan yang masih erat di antara penduduk desa atau dusun juga bisa menjadi pengalaman manis bagi peserta yang biasanya tinggal di perkotaan dan terbiasa hidup individualis.

Bagaimana, tertarik untuk ikut live in?

https://www.moneysmart.id/live-in-wisata-murah-orang-kota/

The following two tabs change content below.