Select Page

Sudah menonton Itaewon Class? Sebuah seri televisi dari Korea Selatan yang mengisahkan tentang seorang pemuda, bernama Park Sae Roy, yang berusaha membangun usaha di bidang kuliner. Ketika memasuki Sekolah Menengah Atas (SMA), Park Sae Roy mengalami masalah, dikarenakan meninju teman sekelasnya, Geun Won. Alasan Park Sae Roy meninjunya ialah penindasan yang dilakukan Geun Won terhadap teman sekelasnya. Geun Won menyuruh temannya melalukan apapun yang dimintanya. Melihat hal itu membuat Park Sae Roy geram dan mengingati Geun Won dengan baik, tetapi Geun Won malah semakin bertingkah dan memukul teman sekelas yang dirudung. Kemudian, Park Sae Roy memukulnya atas alasan ketidakadilan yang diperbuat oleh Geun Won.

Park Sae Roy memberitahu Guru bahwa Geun Won melakukan kesalahan, tetapi justru Park Sae Roy yang disalahkan. Akhirnya, Park Sae Roy dipanggil oleh kepala sekolah dan menghadap Jang Dae Hee, CEO perusahaan kuliner terbesar Group Jangga. Park Sae Roy diminta berlutut meminta maaf kepada Geun Won, anaknya Jang Dae Hee. Park Sae Roy mengakui kesalahannya, tetapi enggan berlutut dikarenakan Geun Won juga bermasalah atas perudungan yang ia lakukan. Saat itu, ayah Park Sae Roy juga dipanggil dan ternyata ayahnya bekerja di perusahaan Group Jangga. Karena value yang dipegang Park Sae Roy, yaitu menegakkan keadilan, ia pun tidak mau melakukan apa yang diperintah Jang Dae Hee sampai Geun Won mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Akhirnya, karena otoritas yang dimiliki Jang Dae Hee, Park Sae Roy dikeluarkan dari SMA dan ayahnya dipecat.

Kejadian itulah awal mula Park Sae Roy ingin mewujudkan cita-cita bersama ayahnya, yaitu membangun usaha kuliner. Ayah Park Sae Roy tidak menyesal dan marah dengan tindakan Park Sae Roy atas value yang diyakininya. Ketika mulai merintis usaha, Ayah Park Sae Roy meninggal, ditabrak mobil dan pelakunya ialah Geun Won. Kesedihan yang mendalam membuat Park Sae Roy ingin memberi pelajaran kepada Geun Won, tetapi Park Sae Roy berakhir di penjara. Di penjara itulah, Park Sae Roy mulai merencanakan bisnis kulinernya dan mempelajari cara usaha dari buku yang ditulis oleh Jang Dae Hee.

Bertahun-tahun kemudian, Park Sae Roy keluar dari penjara. Cita-citanya menjadi CEO dari perusahaan kuliner, diremehkan, dikarenakan Park Sae Roy pernah menjadi kriminal dan tidak sekolah di tingkat SMA. Namun, Park Sae Roy tidak menyerah, ia tetap mulai merintis usahanya sendiri, dengan meningkatkan kemampuan memasak, menginvestasikan uang kematian Ayahnya sebagai saham perusahaan besar dan lainnya. Park Sae Roy, menyewa sebuah tempat di Itaewon dan teman satu penjaranya, Choi Seung Kwon menemuinya dan terkejut melihat Park Sae Roy menuju cita-citanya. Akhirnya, ia memilih bekerja bersama Park Sae Roy.

Perjalanan Park Sae Roy menjadi CEO Itaewon Class Cooperation (IC Co.), mewujudkan perusahaan waralaba di bidang jasa kuliner dan mengalahkan perusahaan Group Jangga, sangatlah tidak mudah. Persaingan yang ketat dengan Group Jangga, membuat Park Sae Roy gagal berkali-kali dan pernah bangkrut. Namun, dikarenakan tim yang kuat dan value hidup yakni tidak pantang menyerah, yang ia salurkan kepada timnya, membuat mereka mampu menghadapi badai yang menghadang, seperti investor yang mencabut dananya dari IC Co., fitnah terhadap tempat makan Danbam yang memperbolehkan anak di bawah umur memesan minuman yang beralkohol dan lain sebagainya. Mereka pun mampu mengatasi setiap masalah yang datang.

Berdasarkan dari secuplik kisah Park Sae Roy dalam seri televisi Itaewon Class, menunjukkan bahwa pentingnya memiliki values untuk menjalani hidup dan menyalurkan values tersebut kepada tim agar cita-cita yang dituju dapat tercapai. Values tidak hanya dimiliki oleh individu dalam mencapai goals hidup, perusahaan dan organisasi juga memerlukan values yang membedakannya dengan perusahaan dan organisasi lainnya.

Menurut Roope Heinila, CEO Smarp, values perusahaan merupakan DNA perusahaan dan values tersebut akan membedakan bisnis dan pekerjaan yang dilakukan dari pesaing. Dengan adanya values perusahaan, keputusan penting dapat diambil tanpa berlama memikirkannya. Menghormati values perusahaan dan menerapkannya pada segala hal yang dilakukan, merupakan salah satu contoh bagi karyawan untuk menerapkan values perusahaan. Dengan demikian, kepercayaan dapat dibangun di tempat kerja atau perusahaan.

Values yang dimiliki perusahaan dan organisasi menjadi penting dikarenakan dampak baik yang ditimbulkan dari values tersebut. Dilansir dari smarp.com, terdapat manfaat dari values perusahaan yang dapat mendorong kesuksesan perusahaan, yaitu

  1. Values perusahaan dapat membantu karyawan membuat keputusan yang tepat. Hal ini dikarenakan, values perusahaan dapat menjadi panduan dalam menjalankan pekerjaan dan memahami apa yang diperjuangkan oleh perusahaan/organisasi. Karyawan akan cenderung membuat keputusan yang sesuai dengan visi-misi perusahaan. Values perusahaan juga membantu karyawan bertahan di masa-masa sulit.
  2. Meningkatkan komunikasi. Komunikasi menjadi penting dalam meningkatkan kepuasan dan keterkaitan karyawan terhadap perusahaan. Adanya values perusahaan yang jelas akan menjadikan komunikasi karyawan menjadi jelas dan konsisten.
  3. Motivasi dan keterlibatan karyawan meningkat. Values perusahaan yang ditanamkan kepada karyawan akan menjadikan karyawan menjalankan pekerjaan sesuai dengan goals dari perusahaan. Values tersebut akan menjadi pegangan karyawan, sehingga pekerjaan tidak dilakukan dengan terpaksa, melainkan dikarenakan keterlibatan dan motivasi yang dimiliki.
  4. Menjadikan perusahaan menarik dan mempertahankan talenta terbaik. Values perusahaan akan menjadi daya tarik dan retensi bakat. Umumnya, kebanyakan orang akan melihat website, sosial media dan lainnya yang memberikan gambaran mengenai perusahaan, dikarenakan mereka tidak ingin memilih perusahaan yang salah, baik dalam menjadi konsumen, pekerja maupun mitra. Dengan demikian, values perusahaan menjadi daya tarik dan menunjukkan kelebihan perusahaan.

Penjelasan mengenai manfaat values perusahaan dapat menjadi gambaran urgensi dari memiliki values bagi perusahaan. CEO Maxima Indonesia memiliki values yang ditanamkan kepada karyawannya, 3 di antaranya yaitu going extramiles, agile dan integrity. Values tersebut menjadi pegangan agar Maxima Indonesia dapat memberikan pelayan terbaik kepada mitranya dan meningkatkan motivasi karyawan untuk terlibat penuh dalam pekerjaan yang dilakukan. Selain itu, dengan adanya values tersebut, diharapkan karyawan mampu bertahan di masa sulit dan menciptakan peluang di tengah krisisnya keadaan.

 

Source:

Wikidpedia. 2020. Itaewon Class. id.wikipedia.org/wiki/itaewon_class [Diunduh pada 10 Agustus 2020]

Smarp. 2020. Company Values: Definition, Importance and Examples. Blog.smarp.com/the-importance-of-company-values [Diunduh pada 10 Agustus 2020]

Share This

Share this post with your friends!