Inspiring Lecture Paragon (ILP) adalah sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan para dosen sebagai seorang pengajar di perguruan tinggi, terutama untuk mempersiapkan para dosen dalam menjadi seorang teladan dan penggerak utama dalam lingkup pendidikan Indonesia. Program ini diikuti oleh 306 dosen terpilih, dan para peserta tidak dipungut biaya apapun. Adapun program ini berjalan selama kurun waktu 3 bulan dan dilaksanakan secara daring. 

Pada hari Sabtu, 10 Juli 2021, tahap kedua dari program ILP, yaitu tahap pembekalan dan keterampilan kunci, telah dimulai. Pembekalan ini dilaksanakan dari pukul 08.30 pagi sampai 12.00 siang dan diisi oleh dua narasumber, yaitu Pak Adi Respati dan Pak Bukik Setiawan. Acara dibuka dengan sambutan dari MC, dan terdapat games yang diikuti terlebih dahulu oleh para peserta, seperti senam otak. Pak Adi, selaku Education and Research Head dari Websis Solusi Indonesia, adalah narasumber pertama yang membawakan materi mengenai Student Center Learning (SCL). Sesi dimulai dengan pemberian pre-test kepada para dosen untuk mengukur pemahaman awal mereka mengenai SCL, yang diikuti oleh pemaparan mengenai analisis metode SCL, sharing pengalaman para dosen, dan ditutup dengan pemberian post-test untuk melihat perubahan pemahaman para dosen mengenai SCL. Terkait dengan analisis metode SCL, Pak Adi membahas tentang pemilihan menu MBD (Materi, Belajar, Demonstrasi dan Perayaan), yang diharapkan mampu menjadi acuan dalam praktik pengajaran para dosen.

Sesi kedua dilaksanakan oleh Pak Bukik, Ketua Yayasan Guru Belajar. Pada sesi ini, Pak Bukik fokus untuk menjelaskan tentang Case Study dan Project Based Learning (PBL). Pak Bukik membuka sesi dengan diskusi terbuka bersama para dosen, dimana mereka sama-sama berdialog tentang pengalaman serta keluh kesah dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi. Selanjutnya, Pak Bukik memaparkan metode belajar yang bagus untuk diberikan kepada mahasiswa agar mereka tetap aktif selama pembelajaran daring, yaitu dengan Case Study dan PBL. Merdeka belajar diterapkan pada desain pembuatan projek untuk menemukan strategi pembelajaran yang secara optimal mampu menunjang kemampuan mahasiswa untuk menjalani projek berbasis riset. Projek yang dibuat nantinya akan mengkaji isu yang bersifat otentik, kompleks, dan kontekstual untuk menghasilkan solusi yang berupa karya atau layanan.

Dosen-dosen yang mengikuti pembekalan dan keterampilan kunci di program ILP antusias untuk memperhatikan materi-materi yang dibawakan, sehingga kedua sesi itu berlangsung dengan sangat dinamis. Banyak pertukaran ilmu yang terjadi dari para narasumber dan saat sesi diskusi berlangsung, sehingga para dosen diberikan kesempatan untuk mengklarifikasi pemahaman mereka dan menghubungkan materi yang sudah diberikan dengan pengalaman yang mereka miliki.

Share This

Share this post with your friends!