Indonesia Financial Group Memberikan Bukti Nyata dalam Kontribusi untuk Masyarakat dan Lingkungan melalui Kindness to Progress: Live in Desa Sumberejo

Oct 12, 2022 | Impact Stories

Indonesia Financial Group (IFG) merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bidang asuransi dan penjaminan. IFG menaungi beberapa perusahaan seperti PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja (Jasa Raharja), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life). IFG menggandeng Maxima sebagai mitra implementasi dalam menyelaraskan corporate value dengan personal value yang dimiliki oleh karyawannya melalui Live in Program dengan mengangkat tema Kindness to Progress.

Kindness to Progress merupakan sebuah aksi kontribusi dari IFG terhadap lingkungan dan masyarakat untuk membagikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki kepada masyarakat desa Sumberejo sebagai penerima manfaat. Program Kindness to Progress memiliki tujuan untuk menerapkan core values atau nilai-nilai utama BUMN ini dikenal dengan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) kepada para karyawan yang juga menjadi peserta dalam program ini. Program yang berlokasi di desa Sumberejo Kabupaten Magelang ini telah dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 8 Oktober 2022 lalu. Pendekatan Design Thinking menjadi penerapan utama untuk menjalan social project yang menjadi wadah dari program ini. Sebelum terjun langsung ke desa, para peserta mendapatkan pembekalan terlebih dahulu melalui Workshop Design Thinking for Social Innovation pada 23 September 2022 yang diselenggarakan di Kantor IFG, Jakarta. Pembekalan ini dibimbing oleh Ivan Ahda selaku Expert Maxima dan difasilitasi oleh 4 orang fasilitator.

Desa Sumberejo merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang memiliki lahan subur untuk menghasilkan perkebunan sebagai mata pencaharian utama warga. Subandi, selaku Kepala Desa Sumberejo mengatakan bahwa mayoritas penduduk dalam desa ini adalah petani holtikultura dan hanya 5% yang menjadi pegawai dan PNS. Desa ini memiliki 12 kelompok tani yang perkelompoknya berisi 20 orang. Desa Sumberjo terdiri dari 6 dusun, yaitu:

  • Dusun Kenteng
  • Dusun Dukuh
  • Dusun Kledokan
  • Dusun Banaran
  • Dusun Kragon
  • Dusun Klabaran

Kelompok masyarakat yang berada di desa Sumberejo seperti PKK dan Karang Taruna cukup aktif dalam memiliki kegiatan secara rutin contohnya seperti kegiatan yang dilakukan setiap 35 hari sekali yang disebut dengan Selapan.

Program Kindness to Progress dalam desa Sumberejo menjadi proses empathize yang dilakukan oleh 19 peserta untuk memvalidasi temuan awal dari survei yang dilakukan pada saat workshop. Selama 4 hari, para peserta melaksanakan kegiatan social project untuk memberdayakan masyarakat desa Sumberejo dengan memberikan literasi, edukasi, serta kontribusi. Social project merupakan salah satu wadah para peserta dalam memberikan kontribusi untuk masyarakat dan lingkungan.Terdapat kelompok dalam social project yang dijalankan, seperti:

1. KARAJO (Karang Taruna Kreatif Sumberejo)

KARAJO merupakan social project dari Kelompok 1 yang memiliki tujuan utama untuk mengaktivasi kepengurusan struktur organisasi kegiatan olahraga dan memperbaiki sarana dan prasarana kegiatan olahraga (khususnya lapangan Volley di dusun Banaran).

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan project ini adalah berdiskusi dengan perwakilan karang taruna dan ketua karang taruna terkait kebutuhan yang paling diharapkan. Adapun hasil dari diskusi tersebut seluruh pihak sepakat bahwa program Kelompok 1 akan menyasar pada aktivasi terkait kepengurusan struktur organisasi dan memperbaiki sarana dan prasarana kegiatan olahraga (khususnya bola volley). Kemudian kegiatan ini dilanjutkan pada 7 Oktober dengan perbaikan sarana dan prasarana bersama dengan Karang Taruna Dusun Banaran, Aktivasi lapangan Bambu Runcing sebagai sarana dan prasarana yang dapat digunakan oleh seluruh warga desa Sumberejo, serta pertandingan persahabatan antara IFG dan Karang Taruna Dusun Banaran yang dihadiri oleh Kepala Desa dan seluruh Perangkat Desa Sumberejo.

2. SESIANGAN (Sesi Edukasi Keuangan)

Kegiatan SESIANGAN merupakan social project dari Kelompok 2 yang  memberikan pemahaman dan wawasan terkait literasi keuangan. Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak 2x sesi untuk masing-masing anggota kelompok Gapoktan dan PKK.

Kegiatan ini dihadiri oleh 25 orang dari anggota kelompok Gapoktan dan 27 orang anggota kelompok PKK. Dari hasil survei kepuasan yang dilaksanakan di akhir masing-masing sesi, diperoleh hasil skor 3,46 untuk sesi kelompok Gapoktan dan hasil skor 3,09 untuk sesi kelompok PKK (dengan menggunakan skala penilaian 1-4). Hasil survei ini mengindikasikan bahwa peserta secara umum merasa puas atas keberlangsungan kegiatan dan mendapatkan manfaat yang positif.

Dari kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menggunakan cara dan teknik dalam perencanaan dan pencatatan/pembukuan keuangan sederhana dalam mengelola keuangan usaha dan rumah tangganya masing-masing.

3. Perpustakaan Desa Sumberejo

Social project dari Kelompok 3 ini memiliki tujuan dalam mengoptimalkan fasilitas Perpustakaan Desa untuk anak-anak & Ibu PKK​ sebagai peningkatan literasi berbasis inklusi sosial di Desa Sumberejo​. Pada tanggal 6 Oktober telah dilakukan penataan perpustakaan yang dibantu oleh 15 orang yang terdiri dari 5 orang Karang Taruna dan 10 orang Ibu PKK & Posyandu. Lalu pada tanggal 7 Oktober telah dilakukan lomba anak-anak yang dihadiri 20 anak kelas 1 SD pada pagi hari dan workshop pengelolaan perpustakaan yang dihadiri oleh 37 orang yang terdiri dari 31 orang Ibu PKK & Posyandu dan 6 orang Karang Taruna dari setiap dusun yang dilanjutkan dengan kegiatan seremonial peresmian perpustakaan Sumberejo.

Dari kegiatan yang telah dilaksanakan, telah diresmikan Perpustakaan Desa Sumberejo yang telah memiliki koleksi lebih dari 500 judul buku yang dibeli dan hasil donasi pegawai IFG Group yang terdiri dari buku anak-anak, bisnis & keterampilan, agama, novel, kesehatan, parenting, komik, dan umum. Selain itu, kedepannya dengan diadakannya workshop pengelolaan perpustakaan yang telah diberikan kepada Ibu PKK & Posyandu serta anggota Karang Taruna, diharapkan pengelolaan perpustakaan Sumberejo akan tetap hidup terus secara berkelanjutan.

4. OLKOPS (Olahan Kolaborasi Petani Sumberejo)

Social project dari Kelompok 4 memiliki tujuan untuk memaksimalkan hasil pertanian yang tidak terjual. Untuk mewujudkan tujuannya, Kelompok 4 telah melaksanakan kegiatan sosial project pembuatan keripik sawi. Sebanyak sekitar 16 orang yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan dimulai dengan berkoordinasi dengan Ketua GAPOKTAN untuk realisasi produksi keripik sawi yang akan menjadi oleh-oleh khas Desa Sumberejo. Selanjutnya, kelompok ini melakukan proses packing sampai awareness dengan warga sekitar sebagai awal promosi. ​Harapannya, keripik sawi ini dapat menjadi oleh-oleh khas desa Sumberejo.

Hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan, telah dibentuk PIC dalam mengelola produksi keripik sawi agar dapat terus berlanjut. Nantinya kegiatan ini akan dikoordinir oleh Ibu PPK dan diawasi langsung oleh Ketua GAPOKTAN serta Kepala Dusun Desa Sumberejo.

Di akhir penutupan program Kindness to Progress, Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) IFG memberikan bantuan berupa alat kultivator dan produksi teh bit kepada masyarakat desa Sumberejo. Program Kindness to Progress telah dilaksanakan dengan menerapkan core values atau nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dari BUMN kepada para peserta selama 4 hari.  Gita Indriati selaku Kepala Divisi Pembelajaran dan Budaya Perusahaan IFG mengharapkan dari pelaksanaan program Kindness to Progress ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat desa Sumberejo.

0 Comments