Salah satu ide yang dapat dilakukan perusahaan dalam melakukan kegiatan CSR yaitu program pengembangan kapasitas atau yang kita kenal dengan capacity building. Lalu pertanyaannya apa itu capacity building?. Capacity building dapat diartikan sebagai pembangunan keterampilan (Skills) dan kapasitas (Capabilities) seperti kepemimpinan, manajemen agar pembangunan organisasi efektif dan berkelanjutan. Menurut African Capacity Building Foundation (ACBF, 2001) peningkatan kapasitas dapat didefinisikan sebagai sebuah proses untuk meningkatkan kemampuan individu, kelompok, organisasi, komunitas atau masyarakat untuk mengenali lingkungannya; mengidentifikasi masalah-masalah, kebutuhan-kebutuhan, isu-isu, dan peluang-peluang; memformulasi strategi-strategi untuk mengatasi masalah-masalah, isu-isu, dan kebutuhan-kebutuhan tersebut, dan memanfaatkan peluang yang relevan. Merancang sebuah rencana aksi, serta mengumpulkan dan menggunakan secara efektif, dan atas dasar sumber daya yang berkesinambungan untuk mengimplementasikan, memonitor, dan mengevaluasi rencana aksi tersebut, serta memanfaatkan umpan balik sebagai pelajaran. 

Tujuan sebuah organisasi melakukan capacity building yaitu meningkatkan suatu kemampuan dari sasaran capacity building. Hal tersebut dapat memberikan manfaat eksternal maupun internal dari organisasi tersebut. Untuk eksternal organisasi, Capacity building dapat dilakukan sebagai program CSR yang dapat dilakukan untuk memberikan dampak sosial bagi masyarakat sehingga dapat menyelesaikan permasalahan dari masyarakat sekitar. Salah satu contoh capacity building dari sisi eksternal yaitu program edukasi komunitas guru yang dilakukan oleh Permata Bank. Program ini bertujuan untuk meningkatkan cara mengajar dari guru sehingga dapat menciptakan pendidikan di Indonesia yang lebih baik kedepannya.

Selain manfaat eksternal, capacity building juga dapat memberikan manfaat untuk internal organisasi. Capacity building dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dari anggota organisasi sehingga dapat meningkatkan kemampuan dari organisasi tersebut. Salah satu contoh yang dapat dilakukan dari sisi internal yaitu program pelatihan capacity building auditor sehingga akan menciptakan tata kelola yang baik bagi suatu organisasi.

Sumber:
African Capacity Building Foundation (ACBF), Capacity Needs Assessment: A Conceptual Framework, dalam ACBF Newsletter, Vol. 2, 2001. Hal. 9-12

Share This

Share this post with your friends!