Kualitas riset Indonesia masih tergolong rendah. Ungkapan ini sepadan dengan Indeks Inovasi Global 2020, di mana Indonesia berada di peringkat ke-85 dari 131 negara selama tiga tahun. Beberapa faktor diantaranya ialah pengaruh institusi, sofistikasi bisnis, luaran pengetahuan dan teknologi, luaran kreatif, infrastruktur, dan modal sumber daya manusia dan riset (Kompas, 30/4/2021). Menanggapi kelemahan ini, Presiden Joko Widodo menantang dunia riset dan pengembangan di Indonesia untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa sekaligus menerbangkan Indonesia menjadi negara maju (Kompas, 10/09/2020). Tentunya upaya ini tidak dapat dikerjakan sendiri oleh para pemerintah. Paragon dan Maxima berkolaborasi untuk membantu Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mengembangkan penelitian untuk meningkatkan kapasitas (Capacity Building) para dosen di Indonesia melalui program Inspiring Lecture Paragon. 

Program yang membidik para dosen di Indonesia ini telah berlangsung sejak 19 Juni 2021. Menindaklanjuti sesi kompetensi inti, peserta menerima pembekalan keterampilan kunci ketiga pada tanggal 7 Agustus 2021. Peserta telah dibekali keterampilan kunci tentang student centered learning, case study and project based learning, yang dilanjutkan dengan sesi facilitation skills. Pembekalan keterampilan kunci ketiga mengusung tema pembelajaran tentang “Upgrading Penelitian dan Penulisan Ilmiah Berstandar Internasional”. Kegiatan ini dibawakan oleh kedua narasumber handal, yakni Shofwan Al-Banna C., M.A., P.hD dan Dr. Eng. Khoirul Anwar via Zoom Meeting. 

Pada pembukaan sesi, sebanyak 218 peserta diwajibkan untuk mengisi pre-test yang kemudian dilanjutkan ke dalam sesi breakout room. Peserta dibagi ke dalam dua kelas yang dikaji oleh pemateri Shofwan Al-Banna C., M.A., P.hD pada kelas Soshum, dan pada kelas Saintek materi dibawakan oleh Dr. Eng. Khoirul Anwar. Bersama dengan moderator, para peserta dapat melakukan tanya jawab dengan narasumber. Peserta juga membagikan pengalaman mereka melalui kolom chat. Relevansi antara materi dengan pengalaman yang dialami beberapa dosen ketika belajar mengajar membawa keseruan tersendiri pada upgrading ini. Para peserta bisa mendapatkan wawasan baru melalui pengalaman yang dibagikan oleh peserta lain dan klarifikasi tanya-jawab oleh pemateri.

Belum adanya upaya serius dari pemerintah untuk memaksimalkan pengembangan riset di Indonesia menjadi landasan keberlangsungan acara ini. Fokus utama upgrading ditekankan pada pengembangan riset di Indonesia yang dibuktikan melalui banyaknya hasil riset dosen yang masuk ke dalam jurnal internasional. Tantangan terberat terletak pada kurangnya mata kuliah khusus yang mengkaji penulisan berstandar internasional di beberapa universitas. Fakta ini diperkuat dengan banyaknya mahasiswa yang melakukan riset ketika hendak melakukan skripsi saja.

Rangkaian pembekalan keterampilan kunci diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dosen mengenai penelitian dan penulisan ilmiah berstandar internasional. Dosen diharapkan mampu memahami langkah-langkah membuat penulisan ilmiah yang dapat dipublikasikan pada tingkat internasional, dan memahami tips and trciks untuk mendapatkan hibah bagi penelitiannya. Setelah memahami keterampilan kunci dan peningkatan kompetensi dosen, peserta akan menempuh sesi pengayaan yang disebut dengan “Ruang Belajar Mandiri”. Inspiring Lecture Paragon akan memperdalam kompetensi dosen dengan menumbuhkan jiwa entrepreneurship dan social innovation. Melalui pelatihan ini, Paragon dan Dampak Sosial Indonesia percaya bahwa hasil riset dan inovasi dosen di Indonesia akan melambung tinggi, menyusul negara-negara maju.

Sumber: Chryshna, M. (2021). Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Diakses melalui https://kompaspedia.kompas.id/baca/profil/lembaga/badan-riset-dan-inovasi-nasional

Share This

Share this post with your friends!