Konsep Corporate Social Responsibility (CSR) bukan lagi sebuah konsep yang baru bagi organisasi atau perusahaan. CSR sudah dianggap sebagai bagian program pembangunan berkelanjutan pada awal 1990-an yang diinisiasi oleh seorang industrialis Swiss sebelum penyelenggaraan Earth Summit oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (Visser, 2010). Konsep CSR terus mengalami perkembangan dan menjadi etika bisnis, baik pada organisasi maupun perusahaan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menetapkan dan mempromosikan CSR sebagai program pembangunan berkelanjutan. PBB menekankan bahwa pertumbuhan bisnis perlu mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan.

Implementasi CSR yang Berkelanjutan

Srisuphaolam P (2013) menyebutkan bahwa umumnya industri di Amerika Serikat (AS) mulai menggencarkan implementasi konsep CSR sesuai dengan kebutuhan industri melalui peningkatan kepercayaan publik terhadap industri dan peningkatan transparansi , serta ketersediaan operasional. Industri-industri di AS menjadikan tata kelola perusahaan berfokus pada transparansi bisnis dan kinerja, sementara CSR menjadi norma bagi industri, sehingga spesialis CSR dipekerjakan, departemen CSR dibentuk dan strategi komunikasi CSR direncanakan guna pengembangan CSR yang lebih baik.

Berbeda dengan AS, perusahaan Eropa tidak terlalu mengomunikasikan aktivitas CSRnya dikarenakan CSR merupakan bagian dari undang-undang sehingga tidak perlu mengkomunikasikan aktivitasnya secara masif dan seluas mungkin. Dalam proses implementasi CSR juga diperlukan pemahaman menyeluruh sebelum menentukan aktivitas CSR yang akan diimplementasikan kepada masyarakat. Pemahaman tersebut dimulai dari melihat kondisi lingkungan sekitar organisasi atau perusahaan, kesesuaian dengan sustainable development goals dan lainnya. CSR yang terimplementasikan dengan baik akan memberikan hasil termasuk salah satunya pada keuangan organisasi atau perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung di masa yang akan datang.

Aktivitas CSR perlu juga direncanakan dengan bersifat berkelanjutan guna memberikan dampak positif dan manfaat yang lebih besar kepada organisasi atau perusahaan dan stakeholder yang terkait. Salah satu contoh dari aktivitas CSR berkelanjutan yang dapat dilakukan organisasi atau perusahaan yaitu pengembangan bioenergi melalui kegiatan Desa Mandiri Energi yang menjadi cikal bakal dari pembentukan eco-village di masa mendatang.

6 Pilihan Program CSR bagi Organisasi atau Perusahaan

6 pilihan program tersebutKotler dan Lee (2005) mengidentifikasi 6 pilihan program yang dapat dilakukan organisasi atau perusahaan dalam menjalankan inisiatifnya untuk menciptakan perubahan sosial dan lingkungan serta memenuhi tanggung jawab sosial organisasi dan perusahaan. di antaranya:

  1. Cause promotion. Program CSR ini dilakukan organisasi atau perusahaan yang memiliki inisiatif dan memberikan informasi seputar permasalahan yang terjadi di sosial dan lingkungan kepada masyarakat, sehingga kesadaran dan perhatian masyarakat terhadap permasalahan sosial dan lingkungan meningkat. Pemberian informasi umumnya melalui komunikasi persuasif dengan menyajikan angka-angka statistik serta fakta-fakta yang terjadi di lapang. Penerapan program CSR ini akan meningkatkan loyalitas masyarakat kepada organisasi atau perusahaan dan memperkuat brand positioning organisasi atau perusahaan, serta meningkatkan keterlibatan dan kepedulian karyawan perusahaan atau pelaku organisasi terhadap kegiatan sosial. Selain itu, program jenis ini akan menciptakan kerja sama antara organisasi atau perusahaan dengan pihak lainnya.
  2. Causerelated marketing. Organisasi atau perusahaan yang berfokus pada bisnis akan mendapatkan keuntungan dari setiap produk atau layanan yang ditawarkan kepada masyarakat. Dengan demikian, organisasi atau perusahaan dapat membentuk program CSR dengan jenis cause-related marketing melalui bantuan dari dalam perusahaan melalui pemberian sebagian penghasilan atau keuntungan berupa donasi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sosial atau lingkungan dalam periode waktu tertentu. Program CSR ini juga dapat berupa promosi pemasaran suatu produk atau layanan sembari mendukung kegiatan amal tertentu melalui hubungan kerjasama dengan berbagai pihak yang berfokus sama dalam menciptakan perubahan baik bagi sosial. Kerja sama juga dapat dilakukan dengan organisasi non profit dan relawan yang memiliki kepedulian sosial.
  3. Corporate social marketing. Organisasi dan perusahaan yang memiliki inisiatif CSR ini akan melakukan kampanye pengembangan atau perlaksanaan perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih positif dan meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan, keamanan dan harapan dalam peningkatan kualitas hidup, baik secara standar sosial maupun lingkungan. Adanya program CSR ini dapat menjadikan komuniti tertentu menjadi lebih baik dan meningkatkan kesejahteraannya. Umumnya fokus kegiatannya seperti isu-isu kesehatan, perlindungan terhadap kecelakaan atau kerugian, lingkungan, keterlibatan masyarakat dan lain nya.
  4. Corporate philanthropy. Program ini berbentuk kontribusi langsung yang dilakukan oleh organisasi atau perusahaan kepada masyarakat. Umumnya, kontribusi ini berbentuk berbagai macam kegiatan sosial, kampanye atau memberikan bantuan secara tunai. Adapun target program CSR ini salah satunya yaitu masyarakat yang menjadi korban bencana alam.
  5. Community volunteering. Organisasi atau perusahaan yang menjalankan program CSR berbasis community volunteering akan mendorong dan mendukung penuh pelaku organisasi atau karyawan perusahaan untuk menjadi relawan sosial dalam mewujudkan kepedulian yang berdampak baik bagi sosial dan lingkungan.Permisalan dari program ini, yaitu menciptakan kegiatan mengajar bagi anak-anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan Sekolah Dasar dan pelaku organisasi atau karyawan perusahaan dapat menjadi guru pada kegiatan mengajar tersebut.
  6. Socially responsible business practice. Inisiatif CSR ini berbentuk aktivitas organisasi atau perusahaan yang dalam pelaksanaan aktivitasnya mendukung kegiatan sosial dengan bekerja sama dengan berbagai pihak mencakup pelaku organisasi atau karyawan perusahaan, pemasok, distributor, organisasi nirlaba, masyarakat umum dan lainnya. Tujuan program ini meningkatkan kesejahteraan berbagai pihak yang dilibatkan dan memelihara lingkungan hidup. Socially responsible business practice juga dapat berupa penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan dalam memproduksi barang atau memberikan pelayanan, mendukung lingkungan bisnis yang berkeadilan dan memperlakukan pekerja dengan hormat. Implementasi program CSR ini akan memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesadaran karyawan dalam bertanggung jawab secara sosial.

Maxima  Indonesia sebagai Mitra Organisasi dan Perusahaan

Maxima Indonesia merupakan social impact consulting yang menyiapkan pemimpin, organisasi, dan masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Maxima Indonesia dapat menjadi mitra organisasi dan perusahaan dalam perancangan dan desain program, implementasi program, hingga proses pengukuran dampak dari aktivitas CSR agar dapat tepat sasaran dan berdampak positif bagi organisasi atau perusahaan, lingkungan, dan sosial.

Source :

Visser, W. 2010. CSR Global and Asian Outlook Movement: From Theory to Implementation.

Srisuphaolarn, P. 2013. From Altruistic to Strategic CSR: How Social Value Affected CSR Development – a Case Study of Thailand. Social Responsibility Journal, 9 (1)

Kotler P, Lee N. 2005. Corporate Social Responsibility: Doing the Most Good for Your Company and Your Cause. Kanada: John Wiley and Sons, Inc.

Source Image :

https://www.freepik.com/vectors/socially-responsible.

Untuk mengenal lebih jauh terkait CSR, simak artikel lainnya di sini

Share This

Share this post with your friends!