Select Page

Inovasi sangat dibutuhkan dalam perjalanan transformasi suatu organisasi termasuk dalam hal ini sektor publik. Dalam prinsip dan proses manajemen, inovasi dapat memberikan keuntungan yang bersifat jangka panjang serta berkelanjutan dan menjadi penting bagi organisasi sektor publik untuk berinovasi sehingga tercipta pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Kehadiran inovasi membutuhkan strategi dan pengelolaan yang baik agar inovasi dapat terimplementasikan dalam transformasi organisasi sektor publik. Adanya manajemen inovasi akan membantu organisasi sektor publik menjaga dan meningkatkan stabilitas kinerja. Menurut Hamel G. (2006) tingkat ketekunan merupakan variabel penentu dalam manajemen inovasi dan dalam mewujudkan manajemen inovasi memerlukan cara, sebagai berikut:

  1. Berkomitmen untuk Masalah Besar

Masalah yang besar dapat membantu sumber daya manusia (SDM) menciptakan inovasi pada organisasi sektor publik. Hal ini dikarenakan masalah besar akan memancing pelaku organisasi untuk meningkatkan kreatifivitas, ketekunan dan kualitas serta berusaha berdampak bagi yang lainnya.

Adanya masalah yang besar ini juga akan membuat SDM berkomitmen dan memiliki manajemen inovasi melalui pengembangan open-source, seperti memiliki dua ide yang anti-tesis, seperti desentralisasi fungsi dan kedisiplinan organisasi sektor publik atau manajemen proyek pelayanan sekala besar. Ide-ide anti-tesis memancing kreativitas dan menjadi tantangan untuk menemukan peluang dalam memilih “salah satu ide” menjadi “dan” (memilih menjalankan kedua ide secara bersamaan).

 2. Mencari Prinsip Baru

Prinsip baru diperlukan dalam berinovasi atau dalam penyelesaian masalah. Hal ini bukanlah sesuatu yang baru dikarenakan pada perkembangan ilmu pengetahuan pun, prinsip baru diberlakukan, seperti prinsip-prinsip mekanika kuantum. Dalam manajemen inovasi, masalah baru akan melahirkan prinsip yang baru.

Menciptakan prinsip baru membutuhkan pengetahuan mengenai prinsip lama organisasi sektor publik yang akan direnovasi. Hal ini dapat dipancing dengan memulai mempertanyakan prinsip yang tidak relevan dengan perkembangan dan perumahan zaman dan bagaimana pelaku organisasi sektor publik terdahulu dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada eranya.

  1. Medekonstruksi Manajemen Organisasi

Organisasi sektor publik yang melakukan transformasi organisasi melalui inovasi membutuhkan penataan ulang manajemen organisasi sehingga ide-ide pelaku organisasi terkait inovasi dapat terkelola dengan baik. Penataan ulang manajemen organisasi membutuhkan penataan tujuan perubahan yang ingin dicapai agar perubahan yang tercipta jelas dan tepat sasaran.

Penataan ulang manajemen organisasi dapat dilakukan dengan memulai diskusi perubahan kepada jajaran atas sehingga pimpinan suatu suara dan berkomitmen dalam melakukan perubahan, provokasi terhadap perubahan, pembuatan daftar agenda perubahan yang jelas, perumusan perubahan yang aman bagi internal-eksternal organisasi dan lainnya.

  1. Memanfaatkan Kekuatan Kepemimpinan

Kepemimpinan bukan lagi perihal pelaksanaan kekuasaan oleh orang tertentu, melainkan sebuah kapasitas dalam meningkatkan kuasa di antara orang-orang yang dipimpin dan mampu menciptakan lebih banyak pemimpin. Kepemimpinan menjadi kemampuan yang diperlukan dalam berbagai hal termasuk manajemen inovasi.

Kekuatan kepemimpinan yang dimiliki melahirkan keputusan yang tepat, baik dari mempertimbangkan kondisi internal-eksternal organisasi maupun melalui kekuatan analogi. Misalnya, perbedaan budaya yang dimiliki pelaku organisasi A dengan pelaku organisasi B, dengan perbedaan ini akan memunculkan pengambilan keputusan budaya yang tepat diimplementasikan dan menjadi budaya organisasi tanpa adanya konflik internal dan eksternal organisasi. Selain itu, inovasi yang dilakukan organisasi lain atau pendahulu yang mampu menciptakan perubahan besar dapat dianalogikan dengan kondisi organisasi saat ini dan dilakukan analisis mengenai inovasi tersebut serta pembaharuan yang dapat menjadi inovasi yang terkelola dengan baik.

 5. Menemukan Inspirasi dari Manapun

Inspirasi untuk menentukan berbagai ide inovasi dapat ditemukan dari manapun, termasuk ide untuk manajemen inovasi. Adapun pertanyaan yang dapat memantik ide yang selaras dengan manajemen inovasi, seperti “siapa yang memiliki proses dan memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan?”, “apa tujuannya dan matrik kesuksesannya?”, “alat analisis apa yang digunakan, peristiwa dan pencapaian apa yang mendorong proses?, “bagaimana keputusan dikomunikasikan dan bagaimana proses ini terhubung ke sisitem manajemen lain?” dan lainnya.

Setelah mendapat jawaban dari pemantik pertanyaan diperlukan untuk menarasikan hasil tersebut dan mengaitkannya terhadap permasalahan yang terjadi atau inovasi yang benar-benar dibutuhkan oleh organisasi. Kemudian, melakukan diskusi dengan pihak terkait mengenai tujuan inovasi, proses dan dampak yang akan ditimbulkan. Dalam proses menyampaikan inspirasi memerlukan tinjauan lebih dalam dan sistematis untuk menemukan peluang dan meneguhkan tujuan.

 

Berdasarkan pemaparan tersebut diketahui bahwa manajemen inovasi dapat membantu transformasi organisasi termasuk salah satunya organisasi di sektor publik. 5 cara yang dijelaskan dapat membantu pelaku organisasi sektor publik untuk berinovasi sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik. Selain itu, menciptakan pelayanan terbaik kepada masyarakat juga membutuhkan konsultasi dengan expertise di bidang transformasi organisasi sektor publik. Maxima Indonesia merupakan konsultan sektor publik yang akan membantu organisasi sektor publik untuk bertransformasi dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Adapun pelayanan yang dapat diberikan Maxima Indonesia policy advisory, capacity building, market research, dan brand activation.

 

Source:

Hamel G. 2006. The Why, What, and How to Management Innovation. https://hbr.org/2006/02/the-why-what-and-how-of-management-innovation [Diakses pada 16 September 2020]

Clausen H. T, Demitcioglu A. M, Alsos A. G. 2015. Intensity of Innovation in Public Sector Organizations: The Role of Push and Pull Factors. Public Administration. Wiley.

Photo by Daria Nepriakhina on Unsplash

Share This

Share this post with your friends!