Select Page

Dalam proses pengambilan keputusan, tidak semua orang yang bekerja  di satu tempat akan menyetujui keputusan yang dibuat. Umumnya, pengambilan keputusan melibatkan kemampuan kepemimpinan sehingga mampu membuat keputusan yang tepat baik bagi rekan kerja, lingkungan kerja maupun mitra kerja. Namun, ketika menjadi  seorang pemimpin, dukungan terhadap keputusan yang dibuat menjadi penting di beberapa kondisi, termasuk salah satunya kondisi yang mendesak.

Proses pengambilan keputusan seringkali memiliki suasana yang dinamis. Ada gesekan yang terjadi dalam meyakinkan orang lain untuk mendukung keputusan yang dibuat. Mecoba mengubah pola pikir orang lain yang tidak menyetujui keputusan yang  dibuat memerlukan cara yang tepat, agar mengubah jawaban “tidak” menjadi “iya” tanpa adanya cela dan pemaksaaan.

Laura Huang dan Ryan Yu berpendapat bahwa terdapat 3 cara tepat untuk meyakinkan rekan bisnis dan lainnya sehingga mampu mengubah pola pikir “tidak setuju” menjadi “setuju”. 3 cara ini didapatkan melalui hasil wawancara lebih dari 60 pemimpin yang berhasil mengatasi keraguan orang lain dalam pengambilan keputusan.

3 Cara Mengubah Pola Pikir Orang Lain

3 cara mengubah pola pikir ini dilakukan oleh lebih dari 60 pemimpin sebelum membujuk rekan kerja dan lainnya untuk menyetujui pendapat dan keputusan yang dibuat. Dari 3 cara ini, para pemimpin tersebut dapat mengetahui akar permasalahan atas ketidaksepakatan rekan kerja dan lainnya terdapat keputusan yang dibuat, serta menjadikan para pemimpin tersebut mengetahui sisi emosional yang mendukung ketidaksepakatan. Adapun 3 cara mengubah pola pikir orang lain ini sebagai berikut:

  1. Percakapan Kognitif

Percakapan koginitif dapat diterapkan ketika rekan kerja dan lainnya menentang pendapat yang dimiliki dengan alasan obyektif. Artinya, rekan yang tidak setuju tersebut mampu mengartikulasikan serangkaian permasalahan dan perasaan keberatannya dengan logis dan tampak tidak menyembunyikan motif tertentu.

Dengan adanya percakapan kognitif akan berguna mengetahui sikap rekan kerja dan lainnya yang tidak sesuai dengan kebiasannya serta mampu mengesampingkan emosi dalam proses pengambilan keputusan. Dalam proses percakapan kognitif diperlukan dua hal yaitu argument yang baik dan presentasi yang baik. Menunjang argument dan presentasi yang baik dibutuhkan kesiapan data, hasil riset, perhitungan jangka panjang dalam kerangka kerja logis dan alur cerita yang jelas. Hal ini akan berguna untuk membuat rekan kerja dan lainnya yang tidak setuju memikirkan kembali  pendapat ketidaksepakatannya. Apabila rekan kerja tersebut mulai berpikir kembali, maka tekankan keputusan yang dibuat berdasarkan pada kepentingan keseluruhan.

  1. Membangun Hubungan

Terkadang percakapan kognitif juga tidak dapat digunakan untuk membujuk rekan kerja atau lainnya yang tidak setuju dengan gagasan atau pendapat yang dimiliki. Hal ini dimungkinkan karena rekan kerja tersebut memiliki permasalahaan dalam hubungan antar rekan kerja. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan untuk membangun hubungan pribadi dengan rekan kerja tersebut, sebelum berusaha meyakinkannya. Dalam meyakinkan rekan yang tidak setuju dikarenakan permasalahan hubungan pribadi, diperlukan waktu untuk mempelajari dan memahami perspektif rekan tersebut.

  1. Mendekati Rekan yang Kredibel

Membuat keputusan dalam forum besar tentu banyak perdebatan yang ditimbulkan dikarenakan setiap kepala memiliki pendapatnya masing-masing. Mencoba meyakinkan rekan kerja yang tidak setuju dengan keputusan yang dibuat memerlukan energi lebih, tetapi apabila dalam prosesnya perdebatan semakin panas, maka tidak perlu memaksa rekan tersebut untuk setuju. Dukungan terhadap keputusan tidak selalu harus membuat rekan yang tidak setuju menjadi setuju, tetapi memiliki rekan yang kredibel dalam forum juga diperlukan.  Dengan adanya rekan kredibel tersebut, penjelasan mengenai keputusan yang dimiliki akan lebih menarik dan matang dikarenakan dari berbagai sudut pandang. Selain itu, menemukan rekan yang kredibel dan tepat mampu bersikap bijaksana dan mengadvokasi posisi diri sambil menjaga hubungan yang harmonis.

Mengubah pola pikir orang lain dalam sebuah forum untuk menyetujui keputusan atau pendapat yang dimiliki di suatu forum memanglah sulit. Namun, tidak ada yang tidak mungkin jika cara yang tepat. 3 cara untuk mengubah pola pikir seseorang dari Laura Huang dan Ryan Yu dapat diimplementasikan.

Maxima Indonesia selaku konsultan publik sektor juga menerapkan cara percakapan kognitif dalam menyampaikan gagasan di forum diskusi. Adapun tujuan percakapan kognitif ini menghasilkan ide atau gagasan yang terbaik yang berbasikan kondisi ideal dan faktual. Selain itu, percakapan kognitif dan menjalin hubungan antar rekan tentu perlu dilakukan untuk transformasi sumber daya manusia (SDM) dan organisasi, bukan sekedar pemenuhan kebutuhan pribadi tetapi untuk kebaikan bersama dan organisasi.

 

Source:

Laura Huang dan Ryan Yu. 2020. How to (Actually) Change Someone’s Mind. https://hbr.org/2020/07/how-to-actually-change-someones-mind [Diunduh pada 9 September 2020]

Leslie K. John, Marta Jeoung, Franscesca Gino dan Laura Huang. 2019. Organizational Behavior and Human Decision Processes

Share This

Share this post with your friends!