Hari ini, Indonesia didominasi oleh generasi muda dengan jumlah 62,4 juta orang atau sama dengan rata-rata jumlah pemuda 25 persen dari proporsi jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan.

Jika keterlibatan generasi muda mendapatkan ruang lebih, bagi Forum Indonesia Muda, sebagai forum independen yang beranggotakan pemuda dan mahasiswa ini, komposisi generasi muda tersebut merupakan sumber dari kekayaan ide yang cemerlang, inovatif, dan solutif.

Pasalnya, kontribusi anak muda melalui berbagai karya merupakan harapan baik dan positif untuk memperkuat serta memperatukan masa kini dan masa depan Indonesia.

Maka, Forum Indonesia Muda kembali mengadakan Seminar Publik Forum Indonesia Muda sebagai pembuka rangkaian pelatihan Forum Indonesia Muda (FIM) 19 yang menjadi harapan untuk membuka wawasan para hadirin tentang pentingnya ragam asa yang dibalut persatuan untuk Indonesia.

Seminar Publik Ragam Asa Satu Indonesia ini diselenggarakan di Taman Wiladatika, Cibubur bersama 150 peserta FIM 19 terpilih dan puluhan pendaftar eksternal pada Rabu, 25 Oktober 2017.

“Orang muda itu punya banyak kesempatan untuk melakukan apapun yang disukai atau meninggalkan yang tidak disukai. Namun, bukan berarti harus membentuk kotak-kotak sehingga mengenyampingkan kelompok satu dengan yang lainnya, tapi justru harus pandai mengukur potensi masing-masing yang kemudian dielaborasikan dengan ide-ide aplikatif menjadi kontribusi nyata,” tutur Mandira Bienna Elmir, Direktur Eksekutif Forum Indonesia Muda.

Seminar publik ini dihadiri oleh beberapa special speakers, seperti Sudirman Said (Menteri ESDM 2014-2016), M Ichsan Loulembah (Anggota DPD RI 2004-2009), Dharma Anjarrahman (CEO Vestifarm), Muhammad Assad (CEO Tamasia), Bambang Suherman (Direktur Mobilisasi ZIS), dan Indra Sjafri (Pelatih Timnas U-19).

Sinergi semangat pengabdian dan cinta tanah air, para alumni Forum Indonesia Muda telah berkiprah di berbagai sektor, seperti akademisi, sosial bisnis, LSM, kepala daerah, partai politik, dan sebagainya.

Salah satunya Ivan Ahda, selaku CEO Maxima Indonesia, yang juga Alumni Forum Indonesia Muda angkatan 5 ini berharap, kegiatan ini  dapat terus dilakukan. Ivan menambahkan, partisipasi dari swasta, pemerintah, dan masyarakat juga dibutuhkan untuk bisa membangun Indonesia.

Dengan adanya seminar publik ini, FIM berharap persatuan yang diusung orang muda dapat memberikan kekuatan bangsa untuk mencapai perbaikan yang selama ini menjadi keinginan bersama. Begitu juga, rekam jejak orang muda yang dilakukan hari ini perlu dijadikan inspirasi agar tongkat estapet dapat mengikuti langkah karya yang lebih dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

The following two tabs change content below.
Share This