Rumah Bahari Gemilang kembali melaksanakan ‘Gemilang Youth Forum’ yang merupakan forum kepemudaan berbasis pelatihan dan pengembangan diri. Berfokus pada penanaman nilai ‘kepemimpinan dan kepedulian’. Sasaran utama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan Rubalang adalah pemuda dalam hal ini mahasiswa yang kemudian hadir sebagai jembatan penghubung antara kaum intelektual muda dengan masyarakat pesisir. Gemilang Youth Forum merupakan salah satu program unggulan dari Rumah Bahari Gemilang, yang telah mengirimkan 68 alumni pelatihannya untuk bersama merasakan kehidupan masyarakat pesisir. Tahun ini merupakan angkatan ke empat ada sebanyak 20 orang mahasiswa yang telah terseleksi dengan baik sesuai mekanisme Rubalang, dan berhasil membuktikan, bahwa Indonesia tidak pernah kehilangan orang-orang yang peduli.

Program Gemilang Youth Forum #4 memiliki 3 agenda utama, Inspiring Leadership Talk (ILT), Leadership Forum, dan Homestay, yang mengangkat tema “Petualang Muda, Penggerak Perubahan”. Sejak berdiri pada 12 april 2014 Rubalang berkomitmen untuk memfokuskan Penanaman nilai kepemimpinan dan kepedulian yang  sejati dalam setiap agenda kegiatan dengan cara menghadirkan diri ditengah-tengah keluarga pesisir melalui kegiatan Home Stay. Secara sederhana, melalui Gemilang Youth Forum harapannya bisa membentuk pemuda yang memiliki leadership capacity dan menumbuhkan grass root understanding.

Kehadiran mahasiswa, mendapat respon yang sangat baik dari masyarkat, bahkan banyak pihak yang turut antusias dan memilih terlibat secara langsung membantu kelancaran kegiatan. Diantaranya, kolaborasi bersama MAXIMA, Kitabisa.Com, dan juga TNI AL Kab. Toli-toli yang merupakan tempat tujuan Home Stay serta beberapa komunitas Kota Palu, yang memberikan bantuan berupa barang. Ini cukup membuktikan bahwa kepedulian terhadap Indonesia masih tersemai dengan baik dihati-hati setiap warganya.

Rubalang hadir tidak kemudian untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayah pesisir khususnya di masyarakat, tapi ingin mengajak semua pihak terlibat dan bergerak bersama untuk “Menyalakan Harapan Pesisir”.

Masa pelatihan Leadership Forum ditetapkan selama tiga hari, setelah itu diharapkan para peserta bisa menggunakan ilmu yang didapatkan selama pelatihan untuk memberi kebermanfaatan yang lebih luas lagi baik dilingkup akademis maupun dilingkup yang lebih besar dalam hal ini masyarakat. Setelah pelatihan, para mahasiswa selanjutkan melakukan Home Stay selama 5 hari dirumah-rumah keluarga pesisir.

Home Stay dengan sistem keluarga angkat, merupakan salah satu cara untuk menguatkan harapan masyarakat pesisir yang sangat sarat dengan pesimisme, tidak berani menyekolahkan anak hanya karena persoalan ekonomi. Dengan segala ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh mahasiswa yang menjadi anak angkat, harapannya bisa memotivasi orangtua dan juga adik angkat agar bersemangat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Kehadiran mahasiswa selain sebagai anak atau kakak angkat, juga sebagai fasilitator pembelajaran, dan teladan bakti kepada orangtua yang harapannya bisa menciptakan hubungan emosional antara peserta dan keluarga angkat serta tercipta penerimaan yang baik satu sama lain dalam segala kondisi.

Dengan 68 alumni pelatihan yang mengikuti Home Stay, artinya ada 68 keluarga yang merasakan dampak positif, ada 68 mahasiswa yang menyalakan harapan keluarga pesisir, ada 68 mahasiswa yang sadar bahwa kepemimpinan itu dimulai dari diri sendiri, dan 68 mahasiswa ini akan terus berkomitmen memberi kontribusi maksimalnya untuk Indonesia yang lebih baik

The following two tabs change content below.
Share This