Seringkali manajemen perusahaan memikirkan bagaimana memotivasi para karyawannya. Mulai dari pemberian insentif keuangan, kebijakan kerja yang fleksibel, sampai peluang promosi yang terbuka. Ketika karyawan memiliki motivasi kerja, maka hal tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan di tempat kerja.

Generasi milenial yang mencintai pekerjaannya pun terkadang sangat menginginkan waktu untuk libur, bahkan berminggu-minggu. Mungkin saja project besar terlihat sangat menakutkan bagi mereka atau bisa jadi tidak ada tujuan dan harapan yang jelas. Hal tersebut bisa membuat mereka frustasi.

Jadi, milenial, apa yang harus dilakukan? Nah, berikut 5 Cara Generasi Milenial Mendapatkan Motivasi di Tempat Kerja yang telah Max lansir dari Forbes.

1. Mengingat Kembali Alasan Bekerja

Kapan terakhir kali kamu membaca surat lamaran? Kamu hanya membaca surat lamaran sesaat sebelum mengirimkannya kepada perusahaan. Setelah itu, kamu tidak pernah melihatnya lagi. Padahal, dengan mengingat kembali usaha dan semangat kamu saat berkompetisi untuk menjadi bagian dari perusahaan tersebut sangatlah memotivasi.

Selanjutnya, jika kamu melihat di luar sana banyak sekali orang-orang yang belum tentu dapat pekerjaan seperti kamu. Bersyukurlah!

2. Tinggalkan To-Do-List

Apakah kamu punya tugas harian? Lalu, apakah benar-benar kamu mengerjakannya? Mungkin, banyak pegawai yang tidak disiplin terhadap to-do-list yang mereka buat. Setiap harinya mungkin kamu hanya sibuk mengawasi jam dan berharap segera menyelesaikan semua tugas sebelum jam 5 sore.

Nah, buang saja daftar tersebut. Kemudian, untuk minggu depan, tuliskan tiga prioritas terpenting kamu setiap hari. Tugas prioritas tersebut harus relatif sulit, namun dapat dicapai, selaras dengan tujuan utama, serta berkontribusi untuk keberhasilan jangka panjang. Setelah menyelesaikan satu tugas utama, beristirahatlah selama satu jam. Kemudian, fokuskan pikiran kamu pada pekerjaan prioritas berikutnya.

3. Bergaul dengan Rekan Kerja yang Suka Bekerja Keras

Kalau kamu ada di sekitar rekan kerja yang tidak produktif, bisa jadi kamu akan sulit untuk mencari motivasi. Jika kamu berada di ruang kerja yang fleksibel, cobalah memilih duduk dengan rekan kerja yang suka bekerja keras. Temukan rekan kerja yang paling termotivasi di tim kamu, kemudian undang dia untuk minum kopi bersama, lalu tanyakan hal yang dia sukai. Tanyakan, apa yang membuat dia senang bekerja? Hal apa yang bisa memberikan inspirasi baginya? Kkemudian, contohlah kebaikannya!

4. Temukan Pola Bekerja

Kalau kamu merasa tidak termotivasi, mungkin kamu bisa menemukan waktu dan cara bekerja yang baik. Misalnya, kamu menyadari bahwa jam 3 sore, kamu merasa tidak ingin melakukan apapun. Jika begitu, cobalah lakukan pekerjaan lebih pagi dan selesaikan sebelum jam tiga. Tinggalkan pekerjaan yang tidak penting di akhir hari. Maka, kamu akan lebih nyaman melalui hari-hari saat jam kerja.

5. “Tinggalkan” Pekerjaan

Jika kamu belum merasa termotivasi dengan semua trik di atas, mungkin kamu butuh liburan. Bolehlah sesekali kamu ambil cuti, luangkan waktu yang kamu butuhkan untuk pergi dari kantor. Kemudian, saat kamu pergi lepaskan kegundahan sepenuhnya. Kamu akan merasa lebih segar dan termotivasi saat kembali ke kantor. Dengan begitu, kamu akan lebih produktif dalam bekerja.

Bila kamu belum merasa termotivasi dalam waktu yang cukup lama, pertimbangkan untuk mencari pekerjaan baru, dengan karier dan bidang yang baru. Bicaralah dengan teman atau mentor kamu. Pahami diri kamu, apakah ada ketidakcocokan mendasar antara keinginan, bakat, atau passion kamu dengan pekerjaan dan tujuan hidup kamu.