Setelah berkunjung ke kantor PermataBank pada acara Kick Off PermataBankir Cilik di WTC II, Sudirman pada 27 September 2017 lalu, ternyata banyak sekali kesan dan pesan yang didapat, baik dari para murid, maupun guru-guru dari lima sekolah, terutama dari pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berkesempatan mengikuti program PermataBankir Cilik ini.

Salah satu murid SLBN 01 (tuna rungu dan tuna grahita), Hanamichi Diva mengatakan, acara Kick Off PermataBankir Cilik kemarin sangat seru. Selama ini, Diva dan teman-temannya hanya mendapat penjelasan dari sekolah saja. Kini, ia bisa lebih paham karena mengunjungi langsung ke bank.  

“Seru banget! Di situ ada games, ada pertanyaan-pertanyaan (seputar bank dan uang), kita dijelasin tentang apa itu mesin ATM, apa itu teller, dan apa itu customer service,” terang Diffa, salah satu murid SLBN 01 yang tuna netra saat diwawancarai tim Max.

Saat visit branch di acara Kick Off PermataBankir Cilik kemarin, murid-murid berkesempatan menjelajahi kantor PermataBank, mulai dari mesin ATM, ruang customer service, sampai ruang menabung VIP. Hal tersebut menjadi salah satu euforia tersendiri khususnya bagi anak-anak disabilitas dari SLB Pembina Nasional (15 anak) dan SLB Negeri 01 (15 anak).

Mereka terdiri dari anak-anak tuna netra, tuna rungu, dan tuna grahita. Mereka sangat antusias, terutama untuk anak-anak yang tuna netra. Mereka yang biasanya hanya mendapat penjelasan saja dari guru seputar literasi keuangan dan bank, kini mereka bisa merasakan sendiri dengan tangannya. Visit Branch ini dibimbing oleh para guru, tim Maxima, dan salah satu customer service PermataBank.

Para murid SLB, khususnya yang tuna netra merasakan bagaimana bentuk mesin ATM melalui rabaan tangan mereka ke tombol-tombol yang ada di mesin tersebut. Kemudian masuk ke ruangan customer service dan dijelaskan cara mengambil nomor antri.

Di ruang customer service, para murid tuna netra sangat antusias dengan bentuk komputer, mereka sangat senang memegang tombol-tombol di keyboard dan sesekali mendekati wajahnya ke layar komputer. Terakhir mereka mengunjungi ruangan menabung untuk VIP, di sana mereka bisa merasakan duduk di sofa yang empuk dan pelayanan yang sangat nyaman.

Muhamamd Raihan, salah satu murid SLBN 01 juga memberikan kesan pesannya saat Kick Off PermataBankir Cilik kemarin, “Senang. Saya bisa mengetahui tentang bank. Belajar tentanf bagaimana cara menabung dan menghemat uang untuk ditabung. Saya awalnya belum tahu mesin ATM, tapi setelah memegang jadi tahu,” papar Raihan.

Anak-anak disabilitas memang tidak boleh dipandang sebelah mata, mereka memiliki keahlian yang luar biasa. Terlihat ketika SLBN 01 menampilkan kebolehan mereka bermain angklung di depan stage Kick Off PermataBankir Cilik di WTC II, Sudirman kemarin. Bukan hanya yang bermain angklung, melainkan ada satu anak laki-laki yang bermain cajon dengan lihai. Mereka dengan pandainya mengiringi lagu-lagu nasional. Penampilan tersebut disaksikan langsung oleh Kemdikbud, Presiden Direktur PermataBank, dan dari pihak OJK, yang hadir saat itu.

Kegiatan PermataBankir Cilik inilah salah satu bentuk komitmen PermataBank melalui program CSR PermataHati untuk memberikan kualitas kehidupan yang lebih baik dan peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak bangsa di Indonesia.

Rudi, Wakil Kepala SLBN 01 Jakarta ini berharap dengan adanya program PermataBankir Cilik, PermataBank bisa menggaet sekolah luar biasa lainnya agar mereka dapat merasakan apa yang anak-anak pada umumnya rasakan.

“Harapan kami, program ini tidak hanya sebatas sekolah kami, masih banyak sekolah-sekolah luar biasa lainnya yang butuh bantuan atau butuh pembelajaran dari Bankir Cilik ini. Mudah-mudahan PermataBank melebarkan sayapnya kepada sekolah luar biasa yang lain. Mudah-mudahan tahun depan dilibatkan semakin banyak sekolah-sekolah luar biasa sehingga anak-anak berkebutuhan khusus bisa merasakan apa yang anak-anak umum rasakan,” tutur Rudi.

The following two tabs change content below.
Share This