Setiap orang mungkin memiliki hambatan-hambatan tersendiri dalam aktivitas yang dijalani. Bukan tidak mungkin hambatan ini disebabkan oleh masa lalu yang masih belum terselesaikan. Ada beberapa teknik yang diajarkan untuk kita dapat mengenang kembali masa lalu tersebut kemudian berdamai dengan kejadian-kejadian itu.

Dengan berdamai terhadap setiap kejadian masa kecil kita, atau masa lalu saat kita sudah dewasa, kita bisa memiliki kendali emosi yang lebih baik, terkontrol dan stabil. Dengan itu pula, kita bisa lebih memahami diri kita sendiri serta lebih mudah dalam memahami orang lain. Inner-Child dalam diri kita bisa sewaktu-waktu kita panggil atau ajak bertemu untuk berkomunikasi sebagai media pembebasan tekanan yang dirasakan akibat urusan masa lalu yang mungkin belum terselesaikan.

Acara Workshop “Love Your Inner Child” baru saja diselenggarakan oleh Maxima Indonesia. Pemateri pada workshop ini merupakan lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tahun 1993. Pemateri sekaligus terapis pada workshop ini memandu materi selama dua hari dengan rangkaian sesi pelatihan dan terapi yang berkesinambungan dan saling membangun keadaan psikologis peserta menjadi semakin baik. Beliau adalah Psikolog Asep Haerul Ghani yang merupakan Psikolog Klinis, Psikolog konseling, dan ahli psikoterapi yang telah berpengalaman selama kurang lebih 24 tahun. Asep Haerul Ghani atau yang lebih dikenal dengan sapaan ‘Kang Asep’ memang memiliki keahlian khusus dalam hipnoterapi dan merupakan penggerak pertama di Indonesia dalam pembelajaran melalui forgiveness therapy dan family therapy virginia satir model. Beliau juga sudah banyak melakukan pelatihan dan terapi dalam tema “Healing Inner-Child Within” di Indonesia.

Workshop therapy “Love Your Inner Child” ini berjalan dengan baik. Acara ini diselenggarakan pada 19-20 Agustus 2017 lalu dengan lokasi di UI-Integrated Faculty Club. Peserta dari workshop ini terdiri dari Ibu-ibu muda, dewasa muda serta pasangan suami istri yang baru menikah. Kang Asep sebagai fasilitator dan psikoterapis dalam acara ini menanggapi bahwa workshop ini merupakan pelatihan terbaik yang melibatkan peserta-peserta terbaik dalam setiap rangkaian sesi acara sepanjang pengalaman beliau mengadakan acara yang bertema Healing Inner-Child Within. Hal ini bisa terjadi karena keterbukaan dari setiap peserta dan juga antusiasme yang tinggi dari peserta untuk secara maksimal terlibat dalam sesi-sesi workshop therapy ini.

Dalam acara ini, masing-masing peserta diminta untuk bercerita dalam kelompok melalui berbagai media seperti menceritakan gambar, narrative exposure therapy, menceritakan kecenderungan kepribadian atau sikap dalam keadaan spesifik, serta membacakan puisi yang merupakan ekspresi kebebasan Inner Child bagi masing-masing peserta. Setiap sesi saling berkesinambungan membantu peserta menemukan dirinya yang sebenarnya dan berdamai dengan masa lalu orang tersebut yang mungkin beberapa diantaranya masih belum terselesaikan.

Salah satu peserta menyatakan bahwa dirinya sangat banyak terbantu setelah mengikuti workshop therapy ini. Berikut ini adalah testimoni salah satu peserta yang akrab dipanggil Pak Sulf.

“Alhamdulillah. Ada bagian dalam diri saya yang punya amarah, memiliki banyak pertanyaan tak terjawab, namun sekaligus tak berdaya kerap muncul dalam kehidupan saya ketika keadaan tidak sesuai dengan yang saya harapkan, bahkan kadang menjelma berupa rasa sakit pada bagian kaki. Dari pelatihan Love Your Inner Child ini, saya mampu menemukan kembali musababnya, memahami dan kemudian berdamai dengan diri saya sendiri, dengan masa lalu, Alhamdulillah! Ini sangat penting untuk saya menjadi diri saya yang lebih medeka dan sekaligus melindungi anak dan keluarga saya dari diri saya yang ‘bukan saya’. Terimakasih Maxima!” Sulfan Zayd, People Development Supervisor di PT International Molding

Di akhir acara peserta terlihat antusias dalam mengekspresikan kebebasan Inner Child-nya melalui pembacaan puisi yang telah dibuat oleh masing-masing peserta sebagai media menyalurkan kebebasan Inner Child. Situasi outdoor di pinggir danau yang terdapat di dalam UI-Intergrated Faculty Club menambah kesyahduan sore hari dalam acara penutupan. Setiap peserta membacakan puisi didepan seluruh peserta dan panitia dan menunjukkan diri terbaiknya dalam penampilan tersebut. Harapannya adalah agar setiap peserta setelah mengikuti workshop Inner-Child ini bisa mendapatkan ketenangan dan kekuatan jiwa dari mengenal masa lalu diri sendiri dan keluarga utama. Sehingga setiap peserta workshop Inner-Child ini menjadi lebih tenang, lebih nyaman serta lebih stabil dalam menjalani aktivitas sehari-hari serta menghadapi permasalahan-permasalahan di dunia di masa yang akan datang.

The following two tabs change content below.
Share This