Padahal, nyatanya mereka tidak malas.

 

Tak jarang, generasi milenial suka menyepelekan aturan tradisional di dunia kerja. Misalnya jarang mengenakan seragam kantor atau berpakaian formal. Datang pun terkadang tidak sesuai dengan jam kerja.

Bahkan generasi milenial sering mengabaikan pakem-pakem yang ditetapkan oleh prusahaan. Mereka lebih suka bekerja dengan cara mereka sendiri. Tak jarang, generasi ini terlihat sebagai generasi pemalas oleh pendahulu mereka.

Berikut 4 alasan generasi milenial terlihat pemalas yang dilansir dari Lifehack, Kamis 19 Oktober 2017

1.Generasi Milenial Tidak Mengerjakan Sesuatu yang Diberi Aturan

Generasi milenial tidak mengenal aturan pakaian dan denda keterlambatan. Generasi ini lebih suka mengerjakan sesuatu dengan cara yang lebih efisien, yakni mengerjakan pekerjaan dengan waktu minimal, tapi hasil maksimal.

2. Generasi Milenial Lebih Suka Manfaat yang tidak Terlihat

Generasi milenial, ketika mencari pekerjaan, mengandalkan teknologi dan internet. Mereka bisa mencari sedikit tentang perusahaan sebelum melamar pekerjaan tersebut. Generasi ini lebih tertarik dengan manfaat yang tak kasat mata, seperti budaya kerja, tak ada mikromanajemen dan birokrasi yang ruwet, serta keberadaan kedai kopi.

3. Generasi Milenial Lebih Suka Transparansi

Pekerja muda alias milenial tidak serta-merta menganggukkan kepala ketika atasan memberikan tugas. Milenial akan bertanya dan memahami alasan yang logis di balik tugas yang diberikan.

4. Generasi Milenial Ingin Belajar dari Pengalaman

Tak seperti generasi X, generasi milenial lebih ambisius dan tidak gampang puas. Mereka akan terus menggali pengetahuan baru dan pengalaman baru.

Generasi milenial lebih fokus pada pengalaman pribadi dibanding derajat pendidikan. Ini bertolak belakang dengan generasi tua yang menganggap semuanya selesai setelah menamatkan pendidikan.

The following two tabs change content below.
Share This